Tolak Interaksi Militer dengan AS, China Gunakan Eskalasi untuk Majukan Kepentingan

Rabu, 18 Oktober 2023 - 13:37 WIB
loading...
A A A
Hal ini, misalnya, terlihat dalam peningkatan pesat serangan udara PLA ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.

"Tema utama (lainnya) adalah bahwa PLA terus meningkatkan kemampuan militernya," kata Kamphausen.

"Risiko krisis dengan Amerika Serikat—melalui saluran komunikasi yang ada namun terbatas saat ini–sebagian besar tidak aktif. Mekanisme komunikasi yang ada, seperti perjanjian konsultasi maritim militer, pembicaraan koordinasi kebijakan, pembicaraan komandan teater China-AS, semuanya ditangguhkan setelah kunjungan Pelosi ke Taiwan pada Agustus 2022, dan tetap dibekukan hingga hari ini," sambungnya.

Mentalitas Perang Dingin


Andrew Erickson, profesor di US Naval War College, mengeluhkan dalam webinar NBR: "Sayangnya, di dunia yang sudah sulit dan berbahaya ini, keadaan menjadi semakin buruk. Dan sebagian besar dari hal tersebut adalah kekuatan rudal konvensional yang semakin kuat di garis depan kekuatan tempur kelas atas PLA."

Sejak Xi Jiping meningkatkan Pasukan Roket PLA ke dalam layanan penuh pada 2015, Erickson mengamati bahwa "Kita telah melihat pengembangan lebih lanjut sebagai bagian dari pencegahan strategis terintegrasi, sebuah konsep komprehensif yang berupaya mengembangkan dan mewujudkan kemampuan nuklir dan konvensional secara bersamaan, yang juga beriringan dengan beragam kemampuan militer China lainnya dan pendekatan negara-militer-partai."

"Hal ini telah menghasilkan persenjataan yang sangat besar dan beragam yang dirancang untuk menang dalam setiap skenario yang mungkin terjadi, idealnya dari sudut pandang Xi Jinping,” imbuh Erickson.

Memperkuat PLA memungkinkan Xi Jinping untuk mencapai tujuannya melalui paksaan dan intimidasi, namun juga melawan dan menang jika diperlukan. Sebagai ilustrasi dari upaya ini, pada tahun 2020 saja, China secara mengejutkan meluncurkan lebih dari 250 rudal balistik, lebih banyak dari gabungan rudal negara-negara lain di dunia. China akan menggunakan persenjataan nuklirnya untuk meningkatkan prestise, baik di mata domestik maupun internasional.

David Logan, Asisten Profesor di Universitas Tufts, menyatakan: "China dapat menggunakan kekuatan nuklirnya selama masa damai dan krisis untuk menantang komitmen pencegahan AS, dan untuk mengurangi kemungkinan sekutu AS melakukan intervensi dalam krisis atau konflik regional, atau mitra-mitra Washington yang mengizinkan pasukan AS untuk beroperasi dari pangkalan di wilayah mereka."

Xi Jinping dengan sengaja meningkatkan kerentanan AS, menciptakan perisai nuklir yang membuat dunia "aman" terhadap agresi konvensional. Semakin besar stabilitas pada tingkat nuklir, semakin rendah pula stabilitas pada tingkat kekerasan yang lebih rendah. Karena memiliki payung nuklir yang semakin besar, China mungkin akan melakukan tindakan eskalasi yang lebih besar di negara lain.

Erickson memperingatkan mengenai "bukti kuat dan dapat dibuktikan secara otoritatif" yang mewakili "rasa terlalu percaya diri yang konsisten, rasa terlalu percaya diri yang berbahaya di pihak para ahli strategi China, dalam hal pemberian sinyal yang disesuaikan dan apa yang mungkin Anda sebut sebagai pencegahan terkalibrasi." Bisa jadi Xi Jinping telah mendorong pengembangan nuklir, dan pengembangan strateginya hanya akan terjadi kemudian.

Erickson berterus terang dalam seruannya: "Sayangnya, dan sangat memprihatinkan menurut saya, China di bawah Xi Jinping memilih untuk memasangkan perkembangan pesat ini dengan kurangnya upaya menahan diri dan langkah-langkah membangun kepercayaan."

"Ketidakjelasan yang sangat signifikan secara keseluruhan, terutama mengenai detail-detail penting serta penolakan terhadap keterlibatan berarti, sumber-sumber negara dan media China sering melontarkan kiasan bahwa AS atau sekutu lain memiliki 'mentalitas Perang Dingin,” sebut Erickson.

"Nah, jika China di bawah kepemimpinan Xi memiliki mentalitas Perang Dingin seperti di masa lalu, mereka akan terbuka dalam mendiskusikan langkah-langkah pengendalian senjata secara, yang sayangnya saat ini tidak terjadi," lanjut dia.

Erickson menekankan AS dan para sekutunya untuk melakukan langkah-langkah pencegahan konflik.

"Xi Jinping dan para pengambil keputusan lainnya di China tidak boleh meragukan kredibilitas dalam upaya pencegahan yang diperluas oleh AS dan para sekutunya itu. Saya percaya, dengan cara inilah perdamaian pada akhirnya akan terpelihara dalam masa yang, sayangnya, merupakan masa yang sangat sulit dan menjadi semakin lebih berbahaya," pungkas Erickson.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Gaya Hidup Sehat Masyarakat...
Gaya Hidup Sehat Masyarakat Urban: Intip Keseruan Summer Wellness Club 2026 di Kuningan City Mall
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Berita Terkini
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved