Ukraina Serang Pangkalan Rusia dengan Rudal ATACMS Amerika untuk Pertama Kalinya

Rabu, 18 Oktober 2023 - 11:07 WIB
loading...
A A A
Setelah banyak laporan bahwa keputusan telah dibuat untuk memasok senjata, pengiriman senjata tersebut dilakukan secara rahasia, karena kekhawatiran bahwa senjata tersebut dapat diserang oleh Rusia saat dikirim ke Kyiv. Selain itu, Ukraina ingin mencoba membuat Rusia lengah.

Dua pejabat Barat mengatakan Amerika Serikat telah mengirimkan sekitar 20 rudal ke Ukraina.

Versi rudal ATACMS yang dikirim ke Ukraina, yang menurut para pejabat jumlahnya kecil, adalah munisi tandan yang mengeluarkan 950 bom kecil yang dapat menimbulkan kerusakan di wilayah yang luas. Senjata jenis itu dilarang berdasarkan perjanjian internasional yang belum ditandatangani oleh Amerika Serikat.

Rudal ATACMS adalah jenis senjata cluster kedua yang diketahui telah diberikan AS ke Ukraina.

Pada bulan Juli, pemerintahan Biden mulai memasok peluru artileri 155 milimeter ke Ukraina yang masing-masing berisi 72 submunisi lebih kecil yang dirancang untuk menghancurkan kendaraan lapis baja dan tentara musuh.

Rudal-rudal tersebut adalah senjata-senjata tua yang, karena adanya larangan internasional, Pentagon mengatakan mereka tidak dapat membayangkan menggunakannya dalam konflik yang melibatkan pasukan Amerika sehingga mereka setuju untuk memberikannya ke Ukraina.

Versi ATACMS yang lebih baru memiliki satu bahan peledak di hulu ledaknya, dan AS menyimpulkan bahwa persediaan hulu ledaknya sangat kecil sehingga AS tidak mampu menyerahkannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved