OKI akan Gelar Pertemuan Darurat Bahas Serangan Brutal Israel di Gaza
Selasa, 17 Oktober 2023 - 12:01 WIB
loading...
Perwakilan negara anggota mengambil bagian dalam Konferensi Menteri Penerangan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ke-12 di Istanbul, Turki, pada 22 Oktober 2022. Foto/?sa Terli/Anadolu Agency
A
A
A
JEDDAH - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan mengadakan pertemuan darurat besok untuk membahas situasi yang memburuk dengan cepat di Gaza.
Israel terus melancarkan pemboman brutal di Jalur Gaza dan disebut bertujuan melakukan pembersihan etnis Palestina.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, OKI mengumumkan, “Atas undangan Kerajaan Arab Saudi, yang memimpin KTT Islam dan Komite Eksekutif Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Komite Eksekutif Organisasi tersebut mengadakan pertemuan terbuka yang mendesak mengakhiri pertemuan luar biasa di tingkat menteri.”
Bertempat di markas besar Sekretariat Jenderal di kota Jeddah, Saudi, pertemuan luar biasa tersebut dilaporkan bertujuan membahas “situasi militer yang meningkat di Gaza dan sekitarnya serta memburuknya kondisi yang membahayakan kehidupan warga sipil dan keamanan serta stabilitas wilayah secara keseluruhan."
Seruan Arab Saudi untuk mengadakan pertemuan mendesak ini muncul di tengah berlanjutnya pengepungan Israel terhadap Gaza dan memutus semua pasokan listrik, air, makanan, bahan bakar dan bantuan ke wilayah tersebut.
Tidak hanya itu, Israel semakin gencar menggelar pemboman terhadap Jalur Gaza yang dihuni lebih dari 2,3 juta warga Palestina.
Baca juga: Hamas: 200-250 Orang Israel Ditahan di Gaza
Israel terus melancarkan pemboman brutal di Jalur Gaza dan disebut bertujuan melakukan pembersihan etnis Palestina.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, OKI mengumumkan, “Atas undangan Kerajaan Arab Saudi, yang memimpin KTT Islam dan Komite Eksekutif Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Komite Eksekutif Organisasi tersebut mengadakan pertemuan terbuka yang mendesak mengakhiri pertemuan luar biasa di tingkat menteri.”
Bertempat di markas besar Sekretariat Jenderal di kota Jeddah, Saudi, pertemuan luar biasa tersebut dilaporkan bertujuan membahas “situasi militer yang meningkat di Gaza dan sekitarnya serta memburuknya kondisi yang membahayakan kehidupan warga sipil dan keamanan serta stabilitas wilayah secara keseluruhan."
Seruan Arab Saudi untuk mengadakan pertemuan mendesak ini muncul di tengah berlanjutnya pengepungan Israel terhadap Gaza dan memutus semua pasokan listrik, air, makanan, bahan bakar dan bantuan ke wilayah tersebut.
Tidak hanya itu, Israel semakin gencar menggelar pemboman terhadap Jalur Gaza yang dihuni lebih dari 2,3 juta warga Palestina.
Baca juga: Hamas: 200-250 Orang Israel Ditahan di Gaza
Lihat Juga :