Pakar: Hamas Bakal Ubah Gaza Jadi Perangkap Mematikan bagi Tentara Israel

Selasa, 17 Oktober 2023 - 03:01 WIB
loading...
A A A
Selanjutnya drone. “Hal ini akan jauh lebih parah daripada yang pernah dihadapi Israel dalam pengalaman peperangan perkotaan di masa lalu," ujarnya.

Kemudian terowongan. “Kemungkinan besar terdapat terowongan dan bunker di seluruh kota di bawah permukaan Gaza," paparnya.

Lebih lanjut anti-armor. “Dalam Pertempuran Mariupol tahun 2022, hanya beberapa ribu pembela (Ukraina) yang menggunakan Kornet, NLAW, Javelin, granat berpeluncur roket, dan peluru kendali antitank lainnya untuk menghancurkan banyak kendaraan Rusia, menahan lebih dari dua belas ribu tentara Rusia, dan pada akhirnya menguasai kota mereka selama lebih dari delapan puluh hari," kata Spencer.

Ada juga pertempuran jalanan. “Hamas akan berusaha menggunakan pertahanan dengan mengandalkan pertempuran jarak dekat, titik kuat (bangunan berat yang terbuat dari beton dan baja dan seringkali dengan ruang bawah tanah dan terowongan), dan sniper," ujarnya.

Begitu juga dengan perisai manusia. “Sudah diketahui umum bahwa Hamas menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia. Dengan melakukan hal ini, kelompok ini secara efektif terlibat dalam apa yang oleh para ahli disebut sebagai lawfare, menggunakan hukum konflik bersenjata dan hukum humaniter internasional...untuk membatasi tindakan yang dapat dilakukan oleh kekuatan militer yang menyerang," kata Spencer.

“Merebut Gaza akan terbukti sangat merugikan Israel. Pasukan Israel perlu terlibat dalam pertempuran perkotaan dari rumah ke rumah melawan musuh yang sudah siap dan berkomitmen untuk membuat penjajah membayar setiap incinya,” imbuh analis CSIS, Byman dan Jones.

“Kemajuan akan berjalan lambat, dan pertempuran akan menjadi brutal. Israel perlu menggunakan senjata yang sangat besar untuk memperoleh keuntungan besar dan mencapai tujuannya. Dalam prosesnya, hal ini mungkin akan membunuh sejumlah besar warga sipil," kata para analis tersebut.

Kota-kota di Gaza hampir seluruhnya merupakan perumahan dengan kepadatan sedang hingga tinggi.

Lorong-lorong sempit mereka membentuk peperangan di antara jalan-jalan kota. Banyak bangunan yang terbuat dari beton. Para milisi Hamas sangat mengenal lanskap yang mereka sebut sebagai rumah.

“Mereka akan menggunakan geografi dan pengetahuan ini untuk menjebak dan memperlambat pasukan Israel,” kata para analis CSIS.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
Panglima Militer Israel:...
Panglima Militer Israel: Tentara yang Tewas di Gaza Jauh Lebih Banyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved