Perang Makin Brutal, Hamas Serang Bandara Tel Aviv, Israel Bunuh 50 Warga Palestina
Senin, 16 Oktober 2023 - 20:01 WIB
loading...
Serangan udara Israel menewaskan 50 warga sipil Palestina, kebanyakan wanita dan anak-anak di Gaza. Foto/telegram/geopolitics live
A
A
A
GAZA - Perang antara Israel dan Hamas semakin brutal. Sayap militer gerakan Palestina Hamas, Brigade Al-Qassam, mengatakan pada Senin (16/10/2023) bahwa mereka meluncurkan roket ke arah Tel Aviv.
Brigade Al-Qassam mengatakan mereka meluncurkan roket ke arah Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv.
Serangan itu semakin menunjukkan kemampuan Hamas dalam menyerang target-target jauh di dalam wilayah Israel.
Sementara itu, serangan rudal Israel semakin brutal membunuh warga sipil Palestina. “Lebih dari 50 warga sipil kebanyakan wanita dan anak-anak tewas di Jalur Gaza pada Senin setelah serangan Israel,” papar Kementerian Luar Negeri Palestina.
Sindikat Jurnalis Palestina mengatakan 11 jurnalis telah tewas dan 20 orang lainnya terluka di Jalur Gaza akibat serangan Israel selama sembilan hari terakhir.
Lembaga itu menambahkan 50 gedung media telah hancur. Serangan terhadap jurnalis merupakan pelanggaran hukum internasional.
Seiring perang yang terus berkecamuk, Israel menegaskan tidak ada gencatan senjata apapun dengan Hamas.
Baca juga: Iran: Gaza Bisa Berubah Jadi Kuburan bagi Pasukan Israel
Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Senin tidak ada gencatan senjata saat ini yang memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dan keluarnya warga negara asing dari wilayah tersebut.
Sebelumnya pada hari ini, media melaporkan, mengutip para pejabat Mesir, bahwa Amerika Serikat (AS), Israel dan Mesir telah sepakat memberlakukan gencatan senjata di selatan Jalur Gaza mulai pukul 06:00 GMT.
“Saat ini tidak ada gencatan senjata untuk bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza dan keluarnya orang asing,” ungkap pernyataan kantor PM Israel tersebut seperti dikutip surat kabar lokal.
Brigade Al-Qassam mengatakan mereka meluncurkan roket ke arah Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv.
Serangan itu semakin menunjukkan kemampuan Hamas dalam menyerang target-target jauh di dalam wilayah Israel.
Sementara itu, serangan rudal Israel semakin brutal membunuh warga sipil Palestina. “Lebih dari 50 warga sipil kebanyakan wanita dan anak-anak tewas di Jalur Gaza pada Senin setelah serangan Israel,” papar Kementerian Luar Negeri Palestina.
Sindikat Jurnalis Palestina mengatakan 11 jurnalis telah tewas dan 20 orang lainnya terluka di Jalur Gaza akibat serangan Israel selama sembilan hari terakhir.
Lembaga itu menambahkan 50 gedung media telah hancur. Serangan terhadap jurnalis merupakan pelanggaran hukum internasional.
Seiring perang yang terus berkecamuk, Israel menegaskan tidak ada gencatan senjata apapun dengan Hamas.
Baca juga: Iran: Gaza Bisa Berubah Jadi Kuburan bagi Pasukan Israel
Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Senin tidak ada gencatan senjata saat ini yang memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dan keluarnya warga negara asing dari wilayah tersebut.
Sebelumnya pada hari ini, media melaporkan, mengutip para pejabat Mesir, bahwa Amerika Serikat (AS), Israel dan Mesir telah sepakat memberlakukan gencatan senjata di selatan Jalur Gaza mulai pukul 06:00 GMT.
“Saat ini tidak ada gencatan senjata untuk bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza dan keluarnya orang asing,” ungkap pernyataan kantor PM Israel tersebut seperti dikutip surat kabar lokal.
(sya)
Lihat Juga :