Diduga Ditekan AS dan Negara Arab, Mahmoud Abbas Kutuk Serangan Hamas ke Israel

Senin, 16 Oktober 2023 - 06:47 WIB
loading...
Diduga Ditekan AS dan...
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam serangan Hamas ke Israel karena diduga ditekan AS dan negara Arab. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, dalam kecaman pertamanya yang jelas dan tegas atas serangan Hamas terhadap Israel, mengatakan tindakan kelompok tersebut “tidak mewakili rakyat Palestina.”

“Kebijakan dan tindakan Hamas tidak mewakili rakyat Palestina, dan kebijakan, program, dan keputusan Organisasi Pembebasan Palestina-lah yang mewakili rakyat Palestina sebagai perwakilan mereka yang sah dan satu-satunya,” kata Abbas saat berbicara melalui telepon dengan Venezuela. Presiden Nicolás Maduro pada hari Minggu, kantor pers resmi Palestina WAFA melaporkan.

Abbas menyerukan diakhirinya korban sipil, pembebasan tahanan dan penolakan kekerasan, menurut WAFA.

Dalam panggilan tersebut, Abbas juga menekankan kebutuhan mendesak bagi Israel untuk menghentikan agresinya di Gaza dan segera melindungi warga sipil Gaza dengan membuka koridor kemanusiaan untuk penyediaan pasokan medis, air, listrik, dan bahan bakar bagi warga Gaza, lapor WAFA.

Baca Juga: Pejabat Israel Akui Salah Menilai Hamas, Ternyata Pejuang Gaza Itu...

Abbas mengatakan mengusir warga Palestina dari Gaza akan menjadi “bencana kedua bagi rakyat Palestina,” tambah WAFA.

Pernyataan Hamas itu berubah haluan. Padahal, pada awal konflik pekan lalu, Abbas menyatakan rakyat Palestian berhak membela diri. Perubahan haluan itu diduga karena tekanan Amerika Serikat dan negara Arab lainnya yang tidak setuju dengan perang yang dilakukan Hamas.

Saat ini Israel sedang berperang dengan Hamas, kelompok Palestina yang menguasai Gaza dan melancarkan serangan teror yang menghancurkan di Israel awal bulan ini.



Abbas adalah pemimpin Otoritas Palestina, sebuah badan pemerintah dengan pemerintahan mandiri terbatas di Tepi Barat. Organisasi ini didirikan berdasarkan Perjanjian Oslo tahun 1993, sebuah pakta perdamaian antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang menjadikan PLO menghentikan perlawanan bersenjata terhadap Israel dengan imbalan janji-janji negara Palestina merdeka.

Hamas – yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS, Uni Eropa, dan negara-negara lain – menampilkan dirinya sebagai alternatif bagi Otoritas Palestina, yang telah mengakui Israel dan telah terlibat dalam berbagai inisiatif perdamaian yang gagal dengannya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved