Bagaimana Hamas Menciptakan Tentara Mini yang Menjadi Ancaman bagi Israel?
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 22:10 WIB
loading...
Hamas memiliki tentara mini yang mampu mengalahkan Israel. Foto/Reuters
A
A
A
GAZA - Pasukan Israel yang siap menyerang Gaza dalam misi memusnahkan Hamas akan menghadapi lawan yang semakin cakap yang dilatih selama bertahun-tahun. Hamas didukung oleh jaringan pendukung bawah tanah yang membentang jauh melampaui kantong kecil Iran dan kelompok-kelompok Arab sekutunya.
Serangan mematikan Hamas terhadap Israel selatan enam hari yang lalu – yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi kelompok tersebut dalam hal perencanaan dan skala – merupakan demonstrasi yang menghancurkan atas keahlian militer yang mereka peroleh sejak menguasai Gaza pada tahun 2007.
![Bagaimana Hamas Menciptakan Tentara Mini yang Menjadi Ancaman bagi Israel?]()
Foto/Reuters
“Kebutuhan adalah sumber dari penemuan,” kata Ali Baraka, seorang pejabat senior Hamas, dilansir Reuters. Dia seraya menambahkan bahwa kelompok tersebut telah lama memanfaatkan uang dan pelatihan dari Iran dan proksi regional Iran seperti Hizbullah Lebanon, sambil memperkuat pasukannya sendiri di Gaza.
Sumber yang dihubungi Reuters mengatakan bahwa meskipun Iran melatih, mempersenjatai, dan mendanai kelompok tersebut, namun ada ada indikasi bahwa Teheran mengarahkan atau mengizinkan serangan 7 Oktober tersebut
“Keputusan zero-hour, semua itu ada di tangan Hamas – tapi tentu saja kerja sama umum, pelatihan dan persiapan semuanya datang dari Iran,” kata sumber keamanan regional.
Iran mengakui pihaknya membantu mendanai dan melatih Hamas namun membantah terlibat dalam serangan tersebut, meski memujinya.
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan televisi Al Jazeera tahun lalu bahwa kelompoknya telah menerima bantuan militer sebesar USD70 juta dari Iran. “Kami punya roket yang diproduksi di dalam negeri, tapi roket jarak jauhnya datang dari luar negeri, dari Iran, Suriah, dan lainnya melalui Mesir,” tambahnya.
Menurut laporan Departemen Luar Negeri AS pada tahun 2020, Iran memberikan sekitar USD100 juta per tahun kepada kelompok-kelompok Palestina, termasuk Hamas, Jihad Islam Palestina, dan Front Populer untuk Komando Umum Pembebasan Palestina.
Sumber keamanan Israel mengatakan bahwa Iran telah meningkatkan pendanaan secara signifikan untuk sayap militer Hamas pada tahun lalu dari USD100 juta menjadi sekitar USD350 juta per tahun.
Baca Juga: 10 Fakta Sejarah Perang Gaza selama Berabad-abad, Salah Satunya Gerakan Intifada
![Bagaimana Hamas Menciptakan Tentara Mini yang Menjadi Ancaman bagi Israel?]()
Foto/Reuters
KKesulitan dalam mengimpor senjata berarti bahwa selama sembilan tahun terakhir. “kami mengembangkan kemampuan kami dan mampu memproduksinya secara lokal”, kata Baraka, yang berbasis di Lebanon.
Pada perang Gaza tahun 2008, roket Hamas memiliki jangkauan maksimum 40 km, namun jangkauannya meningkat menjadi 230 km pada konflik tahun 2021, tambahnya.
![Bagaimana Hamas Menciptakan Tentara Mini yang Menjadi Ancaman bagi Israel?]()
Foto/Reuters
Saat ini organisasi yang penuh rahasia dan luas ini tidak dapat dikenali lagi dari kelompok kecil Palestina yang mengeluarkan selebaran pertamanya 36 tahun lalu yang memprotes pendudukan Israel, menurut wawancara Reuters dengan 11 orang yang mengetahui kemampuan kelompok tersebut, termasuk tokoh Hamas, pejabat keamanan regional, dan pakar militer.
![Bagaimana Hamas Menciptakan Tentara Mini yang Menjadi Ancaman bagi Israel?]()
Foto/Reuters
Serangan mematikan Hamas terhadap Israel selatan enam hari yang lalu – yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi kelompok tersebut dalam hal perencanaan dan skala – merupakan demonstrasi yang menghancurkan atas keahlian militer yang mereka peroleh sejak menguasai Gaza pada tahun 2007.
Berikut adalah 5 strategi Hamas menciptakan pasukan mini yang mampu menghancurkan tentara Israel.
1. Didukung Penuh Iran baik Uang dan Pelatihan

Foto/Reuters
“Kebutuhan adalah sumber dari penemuan,” kata Ali Baraka, seorang pejabat senior Hamas, dilansir Reuters. Dia seraya menambahkan bahwa kelompok tersebut telah lama memanfaatkan uang dan pelatihan dari Iran dan proksi regional Iran seperti Hizbullah Lebanon, sambil memperkuat pasukannya sendiri di Gaza.
Sumber yang dihubungi Reuters mengatakan bahwa meskipun Iran melatih, mempersenjatai, dan mendanai kelompok tersebut, namun ada ada indikasi bahwa Teheran mengarahkan atau mengizinkan serangan 7 Oktober tersebut
“Keputusan zero-hour, semua itu ada di tangan Hamas – tapi tentu saja kerja sama umum, pelatihan dan persiapan semuanya datang dari Iran,” kata sumber keamanan regional.
Iran mengakui pihaknya membantu mendanai dan melatih Hamas namun membantah terlibat dalam serangan tersebut, meski memujinya.
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan televisi Al Jazeera tahun lalu bahwa kelompoknya telah menerima bantuan militer sebesar USD70 juta dari Iran. “Kami punya roket yang diproduksi di dalam negeri, tapi roket jarak jauhnya datang dari luar negeri, dari Iran, Suriah, dan lainnya melalui Mesir,” tambahnya.
Menurut laporan Departemen Luar Negeri AS pada tahun 2020, Iran memberikan sekitar USD100 juta per tahun kepada kelompok-kelompok Palestina, termasuk Hamas, Jihad Islam Palestina, dan Front Populer untuk Komando Umum Pembebasan Palestina.
Sumber keamanan Israel mengatakan bahwa Iran telah meningkatkan pendanaan secara signifikan untuk sayap militer Hamas pada tahun lalu dari USD100 juta menjadi sekitar USD350 juta per tahun.
Baca Juga: 10 Fakta Sejarah Perang Gaza selama Berabad-abad, Salah Satunya Gerakan Intifada
2. Memproduksi Senjata secara Lokal

Foto/Reuters
KKesulitan dalam mengimpor senjata berarti bahwa selama sembilan tahun terakhir. “kami mengembangkan kemampuan kami dan mampu memproduksinya secara lokal”, kata Baraka, yang berbasis di Lebanon.
Pada perang Gaza tahun 2008, roket Hamas memiliki jangkauan maksimum 40 km, namun jangkauannya meningkat menjadi 230 km pada konflik tahun 2021, tambahnya.
3. Bergerak secara Rahasia

Foto/Reuters
Saat ini organisasi yang penuh rahasia dan luas ini tidak dapat dikenali lagi dari kelompok kecil Palestina yang mengeluarkan selebaran pertamanya 36 tahun lalu yang memprotes pendudukan Israel, menurut wawancara Reuters dengan 11 orang yang mengetahui kemampuan kelompok tersebut, termasuk tokoh Hamas, pejabat keamanan regional, dan pakar militer.
4. Tentara Mini dengan Struktur Komando yang Lengkap

Foto/Reuters
Lihat Juga :