Israel Luncurkan Serangan Darat Pertama ke Gaza, Netanyahu: Ini Baru Permulaan

Sabtu, 14 Oktober 2023 - 07:53 WIB
loading...
Israel Luncurkan Serangan...
Infanteri Israel luncurkan serangan darat pertama ke Gaza, Palestina, sejak perang dimulai Sabtu pekan lalu. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Infanteri Israel melakukan serangan darat pertama mereka ke Jalur Gaza, Palestina, pada Jumat (13/10/2023) sejak Hamas meluncurkan serangan mengejutkan ke negara Yahudi itu pekan lalu.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan darat tersebut baru permulaan dan kampanye pembalasan baru saja dimulai.

Israel telah bersumpah untuk memusnahkan kelompok perlawanan Palestina; Hamas, setelah para pejuangnya keluar dari Gaza seminggu yang lalu dan menyerbu kota-kota dan desa-desa di Israel selatan.

Baca Juga: Ini 5 Tantangan Mengerikan bagi Tentara Israel Jika Berani Masuk Gaza

Serangan mengejutkan Hamas, yang diberi nama Operasi Badai al-Aqsa, telah menewaskan 1.300 orang Israel, termasuk tentara dan warga sipil. Ratusan lainnya disandera.

Sejak itu Israel telah menempatkan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, yang merupakan rumah bagi 2,3 juta warga Palestina, di bawah pengepungan total dan membombardirnya dengan serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pihak berwenang Gaza mengatakan 1.900 orang telah tewas.

Pada hari Jumat, Israel memberi waktu 24 jam kepada lebih dari satu juta penduduk di bagian utara Gaza untuk mengungsi ke selatan guna menghindari serangan yang gencar.

Hamas bersumpah akan berjuang sampai titik darah penghabisan dan meminta warga untuk tidak pergi.

Juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan pasukan darat yang didukung oleh tank telah melancarkan serangan untuk menyerang awak roket Hamas dan mencari informasi mengenai lokasi para sandera. Ini merupakan laporan resmi pertama tentang operasi pasukan darat Zionis di Gaza sejak krisis dimulai.

“Kami menyerang musuh-musuh kami dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Netanyahu dalam pernyataan singkat yang disiarkan di televisi setelah hari Sabat Yahudi dimulai.

“Saya tekankan bahwa ini hanyalah permulaan," katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Sabtu (14/10/2023).

Beberapa ribu warga Gaza turun ke jalan menuju bagian utara Jalur Gaza, namun tidak mungkin untuk memperkirakan jumlah mereka. Banyak orang lain mengatakan mereka tidak akan pergi.

“Kematian lebih baik daripada pergi,” kata Mohammad (20), berdiri di jalan di luar sebuah bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel sebelumnya di dekat pusat Gaza.

Masjid-masjid menyiarkan pesan: "Pertahankan rumah Anda. Pertahankan tanah Anda".

“Kami memberi tahu masyarakat di Gaza utara dan Kota Gaza, tetap tinggal di rumah dan tempat Anda,” kata Eyad Al-Bozom, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Hamas, pada konferensi pers.

Pihak berwenang Gaza mengatakan 70 orang tewas dan 200 lainnya luka-luka ketika Israel menyerang mobil dan truk yang membawa orang-orang yang melarikan diri dari jalur utara menuju selatan. Klaim ini belum bisa diverifikasi secara independen.

PBB dan organisasi-organisasi lain memperingatkan akan terjadinya bencana jika begitu banyak orang terpaksa mengungsi, dan mengatakan pengepungan di daerah kantong Palestina tersebut harus dicabut agar bantuan dapat masuk.

"Situasi di Gaza telah mencapai titik terendah baru yang berbahaya," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Jumat.

“Kami membutuhkan akses kemanusiaan segera di seluruh Gaza, sehingga kami bisa mendapatkan bahan bakar, makanan, dan air bagi semua orang yang membutuhkan. Bahkan perang pun ada aturannya.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Kesal! Trump: AS Bayar...
Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Berita Terkini
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved