Sejarah Singkat Penderitaan Jalur Jalur Gaza Selama 75 Tahun

Rabu, 11 Oktober 2023 - 15:11 WIB
loading...
A A A
Proses Perjanjian Oslo memberikan otonomi kepada Otoritas Palestina yang baru dibentuk, dan membayangkan pembentukan negara setelah lima tahun. Tapi itu tidak pernah terjadi. Israel menuduh Palestina mengingkari perjanjian keamanan, dan warga Palestina marah atas pembangunan pemukiman Israel yang terus berlanjut.

Hamas dan Jihad Islam melakukan pengeboman untuk menggagalkan proses perdamaian, sehingga menyebabkan Israel memberlakukan lebih banyak pembatasan terhadap pergerakan warga Palestina keluar dari Jalur Gaza. Hamas juga menerima kritik yang semakin meningkat dari Palestina terhadap korupsi, nepotisme, dan salah urus ekonomi yang dilakukan oleh lingkaran dalam Arafat.

2000 - Intifada Palestina Kedua

Pada tahun 2000, hubungan Israel-Palestina merosot ke titik terendah baru dengan pecahnya intifada Palestina kedua. Hal ini mengawali periode bom bunuh diri dan serangan penembakan oleh warga Palestina, serta serangan udara Israel, penghancuran, zona larangan bepergian, dan jam malam.

Salah satu korbannya adalah Bandara Internasional Jalur Gaza, yang merupakan simbol kegagalan harapan Palestina akan kemandirian ekonomi dan satu-satunya hubungan langsung Palestina dengan dunia luar yang tidak dikontrol oleh Israel atau Mesir. Dibuka pada tahun 1998, Israel menganggapnya sebagai ancaman keamanan dan menghancurkan antena radar serta landasan pacu beberapa bulan setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Korban lainnya adalah industri perikanan di Jalur Gaza, yang merupakan sumber pendapatan bagi puluhan ribu orang. Zona penangkapan ikan di Jalur Gaza dikurangi oleh Israel, sebuah pembatasan yang menurut Israel diperlukan untuk menghentikan penyelundupan senjata oleh kapal-kapal.

2005 - Israel Mengevakuasi Permukimannya di Jalur Gaza


Pada bulan Agustus 2005 Israel mengevakuasi seluruh pasukan dan pemukimnya dari Jalur Gaza, yang pada saat itu sepenuhnya dipagari dari dunia luar oleh Israel.

Warga Palestina merobohkan bangunan dan infrastruktur yang ditinggalkan untuk dijadikan barang bekas. Penghapusan permukiman menyebabkan kebebasan bergerak yang lebih besar di Jalur Gaza, dan “ekonomi terowongan” berkembang pesat ketika kelompok-kelompok bersenjata, penyelundup dan pengusaha dengan cepat menggali sejumlah terowongan ke Mesir.

Namun penarikan tersebut juga menghapuskan pabrik-pabrik pemukiman, rumah kaca dan bengkel-bengkel yang mempekerjakan sebagian warga Gaza.

2006 - Isolasi di Bawah Hamas


Pada tahun 2006, Hamas meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilihan parlemen Palestina dan kemudian menguasai penuh Jalur Gaza, menggulingkan kekuatan yang setia kepada penerus Arafat, Presiden Mahmoud Abbas.

Banyak komunitas internasional menghentikan bantuan kepada warga Palestina di wilayah yang dikuasai Hamas itu karena mereka menganggap kelompok perlawanan itu sebagai organisasi teroris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendarahan Hebat, Wanita...
Pendarahan Hebat, Wanita Palestina Kehilangan Janin karena Tentara Israel Menahan Ambulans
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
MUI Tegaskan Dukung...
MUI Tegaskan Dukung Kemerdekaan Palestina: Kita Menolak Terhadap Genosida dan Islamophobia
AS Kekurangan Stok Rudal,...
AS Kekurangan Stok Rudal, Trump Tunda Serangan Besar-besaran Terhadap Iran
Pesawat Boeing 737 Max...
Pesawat Boeing 737 Max Bermasalah, Kursi Penumpang Perlu Dicek dan Dipasang Ulang
Rekomendasi
Media Asing Soroti Mundurnya...
Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
Herti Sastra Munthe...
Herti Sastra Munthe Siap Terapkan Hasil Bimtek Perindo di Deli Serdang
Rayakan Usia 75 Tahun,...
Rayakan Usia 75 Tahun, PPPK Petra Bangun Petra Christian School di Surabaya Barat
Berita Terkini
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
Pendarahan Hebat, Wanita...
Pendarahan Hebat, Wanita Palestina Kehilangan Janin karena Tentara Israel Menahan Ambulans
Akankah Strategi Houthi...
Akankah Strategi Houthi Meniru Kendali Iran atas Selat Hormuz di Laut Merah Bisa Berhasil?
Prancis Samakan AS dengan...
Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved