Mahasiswa Harvard: Israel Bertanggung Jawab Penuh Atas Serangan Hamas
Selasa, 10 Oktober 2023 - 20:54 WIB
loading...
31 organisasi mahasiswa Harvard menyalahkan Israel atas serangan Hamas. Foto/New York Post
A
A
A
WASHINGTON - Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas semua kekerasan yang terjadi, dan serangan Hamas tidak terjadi dalam ruang hampa. Begitu bunyi pernyataan 31 organisasi mahasiswa Harvard.
Ketika merilis “Pernyataan Bersama oleh Kelompok Solidaritas Palestina Harvard mengenai Situasi di Palestina,” organisasi-organisasi tersebut mengatakan bahwa Israel telah memaksa warga Palestina untuk tinggal di penjara terbuka selama lebih dari dua dekade.
“Rezim apartheid adalah satu-satunya pihak yang patut disalahkan. Kekerasan Israel telah menyusun setiap aspek keberadaan Palestina selama 75 tahun," bunyi pernyataan bersama itu.
Baca Juga: Iran Sangkal Tudingan Bantu Hamas Rencanakan Serangan Kejutan terhadap Israel
“Dari perampasan tanah yang sistematis hingga serangan udara rutin, penahanan sewenang-wenang, pos pemeriksaan militer, pemisahan keluarga secara paksa, dan pembunuhan yang ditargetkan,” sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Arab News, Selasa (10/10/2023).
Pernyataan tersebut menyusul serangan terhadap Israel pada hari Sabtu oleh Hamas yang telah menyebabkan sedikitnya 700 orang tewas, ribuan orang terluka dan lebih dari 100 orang diculik.
Mengutip “janji” pejabat Israel untuk “membuka gerbang neraka” sebagai tanggapan atas serangan tersebut, pernyataan tersebut mengatakan warga sipil Palestina akan menanggung beban paling berat dari pembalasan Israel karenanya mereka mendesak komunitas Harvard untuk menghentikan “pemusnahan” warga Palestina.
Ketika merilis “Pernyataan Bersama oleh Kelompok Solidaritas Palestina Harvard mengenai Situasi di Palestina,” organisasi-organisasi tersebut mengatakan bahwa Israel telah memaksa warga Palestina untuk tinggal di penjara terbuka selama lebih dari dua dekade.
“Rezim apartheid adalah satu-satunya pihak yang patut disalahkan. Kekerasan Israel telah menyusun setiap aspek keberadaan Palestina selama 75 tahun," bunyi pernyataan bersama itu.
Baca Juga: Iran Sangkal Tudingan Bantu Hamas Rencanakan Serangan Kejutan terhadap Israel
“Dari perampasan tanah yang sistematis hingga serangan udara rutin, penahanan sewenang-wenang, pos pemeriksaan militer, pemisahan keluarga secara paksa, dan pembunuhan yang ditargetkan,” sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Arab News, Selasa (10/10/2023).
Pernyataan tersebut menyusul serangan terhadap Israel pada hari Sabtu oleh Hamas yang telah menyebabkan sedikitnya 700 orang tewas, ribuan orang terluka dan lebih dari 100 orang diculik.
Mengutip “janji” pejabat Israel untuk “membuka gerbang neraka” sebagai tanggapan atas serangan tersebut, pernyataan tersebut mengatakan warga sipil Palestina akan menanggung beban paling berat dari pembalasan Israel karenanya mereka mendesak komunitas Harvard untuk menghentikan “pemusnahan” warga Palestina.
Lihat Juga :