Perang Besar Hamas-Israel: Operasi Badai al-Aqsa vs Operasi Pedang Besi

Sabtu, 07 Oktober 2023 - 23:19 WIB
loading...
Perang Besar Hamas-Israel:...
Mobil-mobil terbakar akibat serangan roket Hamas di Ashkelon, Israel, Sabtu (7/10/2023). Hamas luncurkan Operasi Badai al-Aqsa yang tewaskan 100 orang di Israel. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Israel dan Hamas terlibat perang besar setelah kelompok perlawanan Palestina di Gaza itu meluncurkan serangan mendadak pada Sabtu (7/10/2023) yang melibatkan operasi udara, laut dan darat ke negara Yahudi.

Sayap militer Hamas, Brigade Izz ad-Din al-Qassam, menamai serangannya sebagai Operasi Badai al-Aqsa.

Israel merespons meluncurkan Operasi Pedang Besi, di mana lusinan jet tempur Zionis membombardir Jalur Gaza.

Baca Juga: Ini Reaksi Dunia atas Perang Besar Hamas dan Israel

Operasi Badai al-Aqsa Hamas


-Hamas melancarkan Operasi Badai al-Aqsa terhadap Israel dalam eskalasi paling serius sejak Israel dan Hamas berperang 11 hari pada tahun 2021.

-Hamas mengatakan pihaknya telah menembakkan 5.000 roket, sementara Israel mengonfirmasi bahwa para milisi kelompok tersebut telah memasuki wilayahnya.

-Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan kelompok Hamas menyerang dari darat, laut, dan udara.

-Roket putaran pertama ditembakkan pada pukul 06.30 waktu setempat.

-Roket ditembakkan hingga ke utara hingga Tel Aviv. Hamas juga mengirimkan milisinya ke Israel selatan.

-Layanan Darurat Israel, Magen David Adom, mengumumkan 100 orang tewas dan lebih dari 900 orang lainnya terluka akibat serangan Hamas.

-Media Israel melaporkan bahwa orang-orang bersenjata melepaskan tembakan terhadap orang-orang yang lewat di kota Sderot, dan rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan bentrokan di jalan-jalan kota serta orang-orang bersenjata di dalam jip berkeliaran di pedesaan. Sebuah laporan menyatakan bahwa milisi Hamas telah menguasai beberapa pusat pemukiman sipil Israel, di mana penduduknya meminta bantuan dari pemerintah mereka.

-Serangan pagi ini terjadi pada Simchat Torah, hari libur yang jatuh menjelang akhir festival Yahudi selama seminggu yang dikenal sebagai Sukkot, atau Hari Raya Pondok Daun.

-Juru bicara Hamas Khaled Qadomi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Operasi Badai al-Aqsa adalah respons terhadap semua kekejaman yang dihadapi warga Palestina selama beberapa dekade.

“Kami ingin masyarakat internasional menghentikan kekejaman di Gaza, terhadap rakyat Palestina, tempat suci kami seperti Al-Aqsa. Semua hal inilah yang menjadi alasan di balik dimulainya pertempuran ini,” katanya.

“Ini adalah hari pertempuran terbesar untuk mengakhiri pendudukan terakhir di bumi,” imbuh komandan al-Qassam, Mohammed Deif, seraya menambahkan bahwa 5.000 roket telah diluncurkan.

“Setiap orang yang mempunyai senjata harus mengeluarkannya. Waktunya telah tiba,” kata Deif.

-Hamas menyerukan pejuang perlawanan di Tepi Barat serta negara-negara Arab dan Islam untuk bergabung dalam pertempuran tersebut.

Operasi Pedang Besi Israel


-Militer Israel mengumumkan telah meluncurkan Operasi Pedang Besi terhadap kelompok Hamas di Jalur Gaza, Palestina.

-Lusinan jet tempur melakukan serangan terhadap target-target Hamas di Jalur Gaza.

-Pejabat Palestina mengatakan serangan Israel di Gaza telah menewaskan 198 orang dan melukai hampir 1.000 orang lainnya.

-Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya berada dalam perang yang “akan dimenangkannya”.

-Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan Israel “akan memenangkan perang ini.” "Hamas telah membuat kesalahan besar pagi ini dan melancarkan perang melawan Negara Israel," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved