Horor Covid-19 Ekuador: Kamar Mayat Penuh, Mayat-mayat Ditumpuk di Kamar Mandi

Kamis, 30 April 2020 - 06:05 WIB
loading...
A A A
“Orang-orang sendirian, sedih, pengobatan mendatangkan malapetaka pada saluran pencernaan, beberapa buang air besar; mereka merasa buruk dan berpikir mereka akan selalu merasa seperti itu, dan mereka melihat bahwa orang di sebelah mereka mulai mati lemas dan berteriak bahwa mereka membutuhkan oksigen," papar perawat tersebut.

Bukan hanya rumah sakit yang kewalahan, tetapi kamar mayat juga. "Staf kamar mayat tidak akan mengambil lagi, berkali-kali kami harus membungkus mayat dan menyimpannya di kamar mandi," katanya.

"Hanya ketika mayat-mayat itu ditumpuk enam atau tujuh, mereka datang untuk mengambilnya," paparnya.

Seorang kolega berusia 26 tahun, yang juga seorang perawat, membenarkan adegan kacau itu. "Ada banyak yang mati di kamar mandi, banyak berbaring di lantai, banyak yang mati di kursi," katanya.

Sistem kesehatan Guayaquil telah runtuh di bawah tekanan pandemi virus corona baru, dan terindikasi memiliki efek knock-on yang dahsyat.

Pada paruh pertama April, provinsi Guayas, yang ibukotanya adalah Guayaquil, mencatat 6.700 kematian, lebih dari tiga kali rata-rata bulanan.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa jumlah sebenarnya dari korban jiwa terkait Covid-19 jauh lebih besar daripada jumlah angka resmi nasional yang kurang dari 600 jiwa.

Presiden Lenin Moreno telah mengakui bahwa penghitungan resmi tentang korban jiwa terkait pandemi Covid-19 lebih kecil dari angka sebenarnya.

Seorang dokter berusia 28 tahun di rumah sakit kedua di Guayaquil, yang juga meminta tak ditulis namanya, mengungkap gambaran suram yang sama tentang layanan kesehatan ketika krisis terjadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Viral, Pria India Bawa...
Viral, Pria India Bawa Mayat Saudaranya ke Bank untuk Tarik Uang Korban
Viral! Banyak Mayat...
Viral! Banyak Mayat Demonstran Menumpuk, Ini Respons Iran
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Influencer Andrew-Tristan...
Influencer Andrew-Tristan Tate Ditangkap di AS terkait Dugaan Pemerkosaan dan Prostitusi
Rekomendasi
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
Tingkatkan Kompetensi...
Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, USN Kolaka Kolaborasi dengan Ceria-Micromine
Berita Terkini
Berapa Banyak Jumlah...
Berapa Banyak Jumlah Tentara AS yang Tewas selama Perang Iran?
5 Strategi Jitu Tingkatkan...
5 Strategi Jitu Tingkatkan Popularitas, PM Anwar Ibrahim Gunakan Kembaran ala PMX.AI
Pakar Militer Israel...
Pakar Militer Israel Akui Iran Berperang Melawan AS seperti Negara Adidaya Modern, Ini 4 Alasannya
4 Alasan Rakyat AS Marah...
4 Alasan Rakyat AS Marah Besar atas Kematian 2 Tentara dan Kegagalan Melawan Iran
2 Tentara AS Tewas Dirudal...
2 Tentara AS Tewas Dirudal Iran, Anggota DPR Iran: Silakan Melarikan Diri
The Wall Street Journal...
The Wall Street Journal Ungkap Kemampuan Rudal Iran Lebih Unggul Dibandingkan Pertahanan Udara AS
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved