7 Fakta Pasukan Storm-Z, Tentara yang Dikerahkan Rusia ke Medan Perang Ukraina

Rabu, 04 Oktober 2023 - 20:55 WIB
loading...
7 Fakta Pasukan Storm-Z,...
Rusia telah mengerahkan pasukan Storm-Z, sebuah batalion narapidana, ke garis depan di Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia telah mengerahkan pasukan Storm-Z ke garis terdepan wilayah perang di Ukraina. Pengerahan pasukan tersebut itu diungkap Reuters, Selasa (3/10/2023).

Organisasi independen di Rusia yang mengawasi perang Rusia-Ukraina, Conflict Intelligence Team, berpendapat Storm-Z hanya digunakan sebagai pasukan buangan. Maka tak heran jika posisinya dijadikan serdadu garis terdepan dengan resiko paling besar.

Baca Juga: Mirip Era Stalin, Rusia Kerahkan Pasukan Storm-Z ke Medan Perang Ukraina

7 Fakta tentang Pasukan Storm-Z Rusia

1. Terdiri dari Narapidana dan Tentara yang Langgar Aturan


Pasukan Strom-Z dibentuk dan berisikan para narapidana yang direkrut jadi tentara dengan dijanjikan kebebasan setelah mengikuti peperangan di Ukraina.

Dari beberapa narasumber yang diwawancarai Reuters, salah seorang petempur Storm-Z mengatakan dia dihukum karena pencurian dan kemudian direkrut dari penjara.

Selain terdiri dari narapidana, pasukan Storm-Z juga terdiri dari tentara yang ketahuan mabuk, tentara pembangkang atau tentara nakal yang melanggar aturan.

2. Pasukan Storm-Z Dijadikan Umpan Perang


Pasukan Storm-Z dikirim ke garis depan di Ukraina pada tahun 2023 saat perang Rusia dan Ukraina sedang berkecamuk.

"Tentara dari Pasukan Storm-Z, mereka hanya daging (umpan)," kata seorang prajurit dari satuan tentara nomor 40318 yang dikirim ke Bakhmut pada Mei dan Juni 2023.

3. Tidak Diberi Perawatan Medis saat Terluka di Medan Perang


Informasi mengenai Pasukan Storm-Z diungkap oleh 13 orang narasumber, lima di antaranya adalah anggota pasukan unit tersebut.

Salah seorang narasumber pernah mencoba memberikan perawatan medis kepada tujuh anggota Storm-Z yang terluka di medang perang. Mengetahui hal itu, komandan pasukan Storm-Z melarangnya.

4. Pasukan Storm-Z Terdiri 100-150 Orang Per Regu


Dalam wawancara oleh Reuters, 13 narasumber yang dimintai keterangan mengatakan bahwa pasukan Storm-Z beranggotakan 100-150 orang untuk setiap regu. Mereka ditempatkan di dalam unit tentara reguler Rusia.

5. Pasukan Storm-Z Banyak yang Tewas di Medan Perang


Seorang anggota pasukan Storm-Z juga menjelaskan mengenai pengalamannya saat menjadi bagian dari unit tersebut.

Dia mengatakan, semua kecuali 15 dari 120 orang dari unit Storm-Z yang tergabung dalam resimen ke-237 tewas atau terluka dalam pertempuran di Bakhmut pada Juni lalu.

6. Pasukan Storm-Z Milik Pemerintah Rusia


Berbeda dengan Wagner Group yang merupakan pasukan tentara bayaran, pasukan Storm-Z ini berada di bawah komando langsung Kementerian Pertahanan Rusia.

7. Dianggap sebagai Amunisi yang Dapat Dibuang


Pasukan Storm-Z berguna bagi Kementerian Pertahanan Rusia karena mereka dapat dikerahkan sebagai infanteri yang dapat dibuang, menurut Conflict Intelligence Team, sebuah organisasi independen yang memantau perang di Ukraina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Berita Terkini
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved