AS Desak Serbia Tarik Pasukan dari Perbatasan Kosovo

Sabtu, 30 September 2023 - 13:26 WIB
loading...
AS Desak Serbia Tarik...
Personel Pasukan Kosovo (KFor) pimpinan NATO di kota perbatasan Kosovo dan Serbia. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mendesak Serbia untuk menarik pasukan dari perbatasannya dengan Kosovo , menyebut hal itu sebagai pembangunan militer besar-besaran.

Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan meningkat antara etnis minoritas Serbia di Kosovo dan komunitas mayoritas Albania.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby menggambarkan pengerahan militer dalam jumlah besar berupa tank dan artileri canggih sebagai perkembangan yang sangat mengganggu stabilitas.

"Ini mengkhawatirkan. Tampaknya bukan hanya sekelompok orang yang berkumpul untuk melakukan hal ini," kata Kirby.

“Kami menyerukan Serbia untuk menarik pasukannya dari perbatasan,” seru Kirby seperti dikutip dari BBC, Sabtu (30/9/2023).

Kirby mengatakan penambahan pasukan telah terjadi dalam seminggu terakhir, namun tujuannya belum jelas.

Dia menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken telah menelepon Presiden Serbia Aleksandar Vucic untuk mendesak deeskalasi segera dan kembali ke meja dialog.

Kirby juga mengatakan bahwa Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan berbicara dengan Perdana Menteri Kosovo, Albin Kurti.

Vucic tidak secara langsung menyangkal adanya penambahan pasukan baru-baru ini, namun menolak klaim bahwa pasukan negaranya dalam keadaan siaga.

Baca Juga: 6 Alasan Konflik Kosovo dengan Serbia Terus Memanas

“Saya membantah kebohongan yang menyebutkan tingkat kesiapan tempur tertinggi pasukan kami, karena saya tidak menandatanganinya dan hal itu tidak akurat,” kata Vucic.

“Kami bahkan tidak memiliki separuh pasukan yang kami miliki dua atau tiga bulan lalu,” ia menambahkan.

Ketegangan antara kedua negara meningkat pada hari Minggu setelah seorang polisi Kosovo dan tiga pria bersenjata etnis Serbia tewas dalam pengepungan sebuah biara Ortodoks Serbia di desa Banjska pada hari Minggu.

Pemerintah Kosovo menuduh pemerintah Serbia mendukung insiden tersebut.

Pada hari Jumat, Milan Radoicic, wakil presiden Serbia List, partai politik utama Kosovo-Serbia, mengundurkan diri setelah mengaku mengorganisir kelompok bersenjata tersebut. Namun, dia membantah menerima bantuan apa pun dari Beograd.

Bentrokan mematikan itu menandai salah satu eskalasi paling parah di Kosovo selama bertahun-tahun, dan terjadi setelah ketegangan berbulan-bulan yang meningkat antara kedua belah pihak.

Setelah pecahnya Yugoslavia pada tahun 1990an, Kosovo – sebuah provinsi di bekas negara tersebut – menginginkan kemerdekaannya.

Serbia menanggapinya dengan tindakan keras brutal terhadap etnis Albania.

Baca Juga: Polisi Kosovo Serbu Desa yang Dihuni Mayoritas Etnis Serbia

Hal ini berakhir pada tahun 1999 dengan kampanye pengeboman NATO terhadap Serbia, antara bulan Maret dan Juni.

Pasukan Serbia menarik diri dari Kosovo - namun bagi sebagian besar warga Albania dan Serbia Kosovo, konflik tersebut tidak pernah terselesaikan.

Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 2008 namun Serbia – bersama dengan sekutu utama Beograd, China dan Rusia – tidak mengakuinya.

Banyak orang Serbia menganggapnya sebagai tempat kelahiran bangsa mereka. Namun dari 1,8 juta orang yang tinggal di Kosovo, 92% adalah etnis Albania dan hanya 6% etnis Serbia.

Ketika ketegangan terus meningkat, Ketua NATO Jens Stoltenberg mengatakan pada hari Kamis bahwa ia telah memberi wewenang pasukan tambahan untuk mengatasi situasi saat ini.

Ini adalah kedua kalinya dalam tiga bulan NATO memperkuat pasukannya di negara tersebut.

Saat ini terdapat sekitar 4.500 personel Pasukan Kosovo (KFor) pimpinan NATO yang ditempatkan di negara tersebut.

Pada hari Jumat, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan telah menyediakan satu batalion yang terdiri dari 500 hingga 650 tentara untuk KFor.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pasukan tersebut baru saja tiba di wilayah tersebut untuk melakukan latihan yang telah direncanakan sejak lama.

Baca Juga: Amerika Desak Serbia Bebaskan Polisi Kosovo yang Ditahan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved