Putin Sebut Patriotik Rusia Mungkin Intervensi Pilpres AS

Jum'at, 02 Juni 2017 - 09:47 WIB
Putin Sebut Patriotik...
Putin Sebut Patriotik Rusia Mungkin Intervensi Pilpres AS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pemerintah Rusia tidak ikut campur dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) tahun 2016. Namun warga Rusia yang mempunyai pemikiran patriotik mungkin telah melakukannya.

Putin mengatakan bahwa peretas Rusia dapat melakukannya untuk mencoba dan mempengaruhi pemilu AS pada tahun 2016. Ia mengatakan bahwa peretas seperti seniman yang membuat keputusan tentang siapa yang ditargetkan tergantung pada bagaimana perasaan mereka pada suatu hari tertentu.

"Jika mereka patriotically minded, mereka mulai membuat kontribusi mereka yang benar, dari sudut pandang mereka, untuk melawan orang-orang yang mengatakan hal buruk tentang Rusia," katanya seperti dikutip dari Independent, Jumat (2/6/2017).

Pemimpin Rusia itu, bagaimanapun, terjebak dengan pernyataan masa lalunya bahwa Kremlin tidak terlibat langsung dengan upaya peretasan apapun. "Kami tidak melakukan ini di tingkat negara," tegasnya.

Rusia telah menjadi fokus investigasi AS atas perannya tersebut dalam mencampuri pemilu 2016. Tudingan itu merujuk pada sejumlah aksi peretasan terhadap Partai Demokrat sambil menopang kampanye Donald Trump.

Peretasan tersebut termasuk pencurian besar-besaran dari Komite Nasional Demokratik dan kampanye Hillary Clinton. Komunitas intelijen AS pada bulan Januari menyimpulkan bahwa Putin secara pribadi telah mengarahkan "kampanye pengaruh" Rusia yang mencakup serangan siber dan penyebarluasan informasi palsu untuk membantu kampanye Trump.

Pemimpin Rusia tersebut tampaknya menyadari potensi bahwa AS berpotensi merilis bukti yang menghubungkan serangan siber 2016 ke pemerintah Rusia, dan memilih untuk mengatakan bahwa teknologi modern dapat dimanipulasi. Jika dilakukan, jejak yang bisa dipalsukan bisa dilakukan untuk kembali ke Kremlin.

"Saya dapat membayangkan bahwa seseorang melakukan ini dengan sengaja membangun rantai serangan sehingga Federasi Rusia tampaknya menjadi sumber serangan tersebut," kata Putin.

"Teknologi modern memungkinkan untuk melakukan hal semacam itu, ini agak mudah dilakukan," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
30 menit yang lalu
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
53 menit yang lalu
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
2 jam yang lalu
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
3 jam yang lalu
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
4 jam yang lalu
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved