5 Alasan Penganut Sikh di Punjab Khawatir dengan Masa Depan Akibat Pertikaian Kanada-India

Senin, 25 September 2023 - 20:35 WIB
loading...
A A A
Hubungan antara kelompok Sikh di Punjab dan pemerintahan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin oleh Perdana Menteri Modi telah tegang sejak para petani Sikh memimpin protes selama setahun terhadap deregulasi pertanian pada tahun 2020 dan memblokir ibu kota, sehingga memaksa Modi untuk menarik tindakan tersebut dalam sebuah tindakan yang jarang terjadi. kekalahan politik bagi orang kuat.

5. Atmosfir Ketakutan Sangat Dirasakan Anak Muda

5 Alasan Penganut Sikh di Punjab Khawatir dengan Masa Depan Akibat Pertikaian Kanada-India

Foto/Reuters

"Pemerintahan Modi telah menciptakan suasana ketakutan, terutama bagi kaum muda," kata Sandeep Singh, 31, dari desa tempat tinggal Nijjar.

“Kalau kita melakukan protes, orang tua tidak akan suka anaknya ikut karena takut anaknya bernasib sama seperti Nijjar di Kanada, ujarnya.

Kanwar Pal, sekretaris urusan politik kelompok separatis radikal Dal Khalsa, mengatakan, "Siapa pun yang memperjuangkan Khalistan memperjuangkan hak untuk menentukan nasib sendiri, hak untuk melakukan pemungutan suara di Punjab. India menganggap orang-orang Sikh itu sebagai musuh dan mereka menargetkan mereka."

Juru bicara BJP menolak mengomentari tuduhan tersebut.

Para pemimpin senior BJP mengatakan tidak ada gelombang dukungan di Punjab untuk kemerdekaan dan tuntutan semacam itu merupakan ancaman bagi India. Pada saat yang sama, partai tersebut mengatakan tidak ada seorang pun yang berbuat sebanyak Modi untuk kaum Sikh.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
10 Fakta Menarik Grup...
10 Fakta Menarik Grup B Piala Dunia 2026: Ada Alajbegovic Sang Pencetak Gol Jarak Jauh Termuda
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved