Inggris Setop Berbagi Informasi dengan AS Soal Teror Manchester

Kamis, 25 Mei 2017 - 23:18 WIB
Inggris Setop Berbagi...
Inggris Setop Berbagi Informasi dengan AS Soal Teror Manchester
A A A
LONDON - Polisi Inggris yang tengah menyelidiki serangan bom Manchester Arena berhenti berbagi informasi dengan Amerika Serikat (AS). Penghentian ini sebagai buntut dari bocornya informasi mengenai aksi pemboman itu.

Pejabat Inggris sangat marah saat sejumlah foto yang menunjukkan puing-puing dari serangan tersebut muncul di New York Times. Kemunculan foto-foto itu terjadi setelah nama pelaku Salman Abedi bocor ke media AS beberapa jam setelah serangan yang menyebabkan 22 orang tewas itu terjadi seperti dikutip dari BBC, Kamis (25/5/2017).

Perdana Menteri Inggris, Theresa May mengatakan bahwa ia akan memberi tahu Presiden AS Donald Trump bahwa informasi intelijen bersama harus tetap aman. May akan mengatakan hal itu pada pertemuan NATO yang akan datang.

Duta Besar AS untuk Inggris dengan tegas mengutuk kebocoran informasi tersebut. "Kebocoran ini sangat tercela, sangat menyedihkan," kata Lewis Lukens.

"Kami memiliki komunikasi di tingkat tertinggi pemerintahan kami. Kami bertekad untuk mengidentifikasi kebocoran ini dan menghentikannya," imbuhnya.

Polisi Greater Manchester berharap untuk melanjutkan hubungan intelijen secara normal, arus informasi dua arah, sesegera mungkin. Namun untuk saat ini mereka sangat marah. Kepala polisi Ian Hopkins mengatakan bahwa kebocoran baru-baru ini telah menyebabkan penderitaan bagi keluarga yang sudah sangat menderita akibat kehilangan anggota mereka.

Dewan Kepala Polisi Nasional Inggris menggambarkan pengungkapan yang tidak sah itu sebagai pelanggaran kepercayaan yang berpotensi merusak investigasi kontra-terorisme. Sebelumnya, detektif anti terorisme telah berbicara tentang menunda untuk mengumumkan sekitar 36 jam sebelum masyarakat mengetahui siapa yang diselidiki sehingga memungkinkan menangkap rekan tersangka tanpa memberikan sedikit pun petunjuk.

Lord Blair, yang merupakan kepala Polisi Metropolitan pada saat pemboman di London pada tanggal 7 Juli 2005, mengatakan bahwa kebocoran serupa telah terjadi saat itu.

"Ini adalah dunia yang berbeda dimana AS beroperasi dalam hal bagaimana mereka menerbitkan banyak hal dan ini adalah pelanggaran yang sangat menyedihkan tapi saya khawatir itu sama seperti sebelumnya," katanya.

Sejauh ini, pihak kepolisian Inggris telah menangkap 8 orang, termasuk saudara laki-laki dari pelaku. Sementara satu orang wanita yang sebelumnya ditangkap telah dibebaskan. Polisi Inggris saat ini tengah menyelidiki jaringan pelaku serangan bom Manchester.

Baca juga:
Polisi Inggris Buru Jaringan Dibelakang Bomber Manchester
(ian)
Berita Terkait
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
Akibat Percampuran Budaya,...
Akibat Percampuran Budaya, Bahasa Baru Hadir di Amerika Serikat
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Bombardir Houthi, Inggris...
Bombardir Houthi, Inggris Kerahkan Jet Tempur RAF Typhoon FGR4
Ini Perbedaan Vaksin...
Ini Perbedaan Vaksin Booster di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia
Hasil Timnas Inggris...
Hasil Timnas Inggris vs Amerika Serikat: Tiga Singa Dibikin Ompong
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
31 menit yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
1 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
2 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
3 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved