6 Tokoh Penting dalam Sejarah Rusia, Salah Satunya Peraih Hadiah Nobel Perdamaian
Kamis, 21 September 2023 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Dari segi pendidikan Permaisuri Petrovna adalah pendiri Universitas Moskow, Universitas St Petersburg, dan Akademi Seni.
Permaisuri juga mendukung ilmuwan dan penulis Rusia Mikhail Lomonosov dan penelitiannya di berbagai bidang ilmiah, termasuk fisika, geografi, kimia, dan astronomi.
Putra dari Kaisar Nicholas I ini memimpin Rusia sejak tahun 1855 hingga 1881. Ketika memimpin, dia mulai melakukan reformasi besar-besaran dengan menghapuskan perbudakan dan memberikan kebebasan pada para petani.
![6 Tokoh Penting dalam Sejarah Rusia, Salah Satunya Peraih Hadiah Nobel Perdamaian]()
Secara militer, reformasi baru Alexander II memperkenalkan wajib militer universal pada tahun 1874 untuk semua kelas sosial, memperluas pasukan cadangan, dan membentuk sistem distrik militer yang membagi Rusia menjadi 15 distrik militer.
Hasilnya, Rusia yang memiliki kekuatan militer mampu menghentikan pemberontakan Polandia pada tahun 1863. Sayangnya reformasi yang telah dilakukan justru meningkatkan pihak oposisi. Serangan oposisi inilah yang membuat Alexander II terbunuh.
Lenin dikenal sebagai politikus dan ahli dari teori Marxisme-Leninisme. Pendiri Partai Komunis (Bolshevik) Uni Soviet, ini merupakan pemimpin kudeta Oktober 1917 di Rusia , yang menandai berakhirnya dinasti dan kekaisaran Romanov.
![6 Tokoh Penting dalam Sejarah Rusia, Salah Satunya Peraih Hadiah Nobel Perdamaian]()
Lenin kala itu ditunjuk sebagai pemimpin pertama Soviet , dan pada tahun 1922 dinobatkan menjadi pemimpin Uni Soviet.
Pemberontakan yang dilakukan oleh Lenin ini dianggap sebagai kejatuhan kapitalisme dan bangkitnya kaum sosialis.
Pada tahun 1918, kaum Bolshevik berubah menjadi partai komunis baru, mendistribusikan kembali tanah di kalangan kaum tani dan menasionalisasi bank dan industri skala besar.
Semua ini meletakkan dasar bagi rezim Soviet untuk menjadi salah satu kekuatan terbesar di abad ke-20.
Permaisuri juga mendukung ilmuwan dan penulis Rusia Mikhail Lomonosov dan penelitiannya di berbagai bidang ilmiah, termasuk fisika, geografi, kimia, dan astronomi.
3. Alexander II
Putra dari Kaisar Nicholas I ini memimpin Rusia sejak tahun 1855 hingga 1881. Ketika memimpin, dia mulai melakukan reformasi besar-besaran dengan menghapuskan perbudakan dan memberikan kebebasan pada para petani.

Secara militer, reformasi baru Alexander II memperkenalkan wajib militer universal pada tahun 1874 untuk semua kelas sosial, memperluas pasukan cadangan, dan membentuk sistem distrik militer yang membagi Rusia menjadi 15 distrik militer.
Hasilnya, Rusia yang memiliki kekuatan militer mampu menghentikan pemberontakan Polandia pada tahun 1863. Sayangnya reformasi yang telah dilakukan justru meningkatkan pihak oposisi. Serangan oposisi inilah yang membuat Alexander II terbunuh.
4. Vladimir Lenin
Lenin dikenal sebagai politikus dan ahli dari teori Marxisme-Leninisme. Pendiri Partai Komunis (Bolshevik) Uni Soviet, ini merupakan pemimpin kudeta Oktober 1917 di Rusia , yang menandai berakhirnya dinasti dan kekaisaran Romanov.

Lenin kala itu ditunjuk sebagai pemimpin pertama Soviet , dan pada tahun 1922 dinobatkan menjadi pemimpin Uni Soviet.
Pemberontakan yang dilakukan oleh Lenin ini dianggap sebagai kejatuhan kapitalisme dan bangkitnya kaum sosialis.
Pada tahun 1918, kaum Bolshevik berubah menjadi partai komunis baru, mendistribusikan kembali tanah di kalangan kaum tani dan menasionalisasi bank dan industri skala besar.
Semua ini meletakkan dasar bagi rezim Soviet untuk menjadi salah satu kekuatan terbesar di abad ke-20.
Lihat Juga :