Penampakan Kapal Selam Rusia Bolong Ditembak Rudal Storm Shadow oleh Ukraina

Selasa, 19 September 2023 - 01:56 WIB
loading...
Penampakan Kapal Selam...
Dua lubang menganga terlihat di lambung kapal selam Rostov-on-Don milik Rusia. Kapal itu diserang rudal Storm Shadow dan SCALP yang dioperasikan Ukraina. Foto/UK Defence Journal
A A A
MOSKOW - Kapal selam Rostov-on-Don milik Rusia terlihat ada dua lubang menganga di bagian lambung akibat tembakan rudal Storm Shadow dan SCALP oleh Ukraina pada Rabu pekan lalu.

Foto-foto kondisi kapal selam yang bolong itu dipublikasikan di Telegram pada hari Senin (18/9/2023) oleh Conflict Intelligence Team (CIT), sebuah kelompok investigasi yang menganalisis konflik bersenjata.

Kapal selam bersenjata rudal jelajah itu serang berlabuh di Galangan Kapal Sevastopol di Crimea ketika diserang rudal pada Rabu dini hari.

Selain kapal selam Rostov-on-Don, kapal pendarat besar Rusia; Minsk, juga rusak akibat serangan rudal oleh pasukan Kyiv tersebut.

Baca Juga: Rudal Storm Shadow Gempur Kapal Selam Moskow, Pertama Kalinya dalam Perang Rusia-Ukraina

CIT, seperti dikutip UK Defence Journal, memperkirakan kapal selam tersebut terkena tembakan rudal dua kali sehingga menembus lambungnya.

Laporan CIT mengutip seorang analis Angkatan Laut yang mengatakan bahwa kerusakan tersebut kemungkinan besar akan membuat kapal selam Rostov-on-Don hilang dari Armada Laut Hitam Rusia sampai perang berakhir.

Dalam pembaruan intelijen pada tanggal 15 September lalu, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa meskipun Kementerian Pertahanan Rusia meremehkan kerusakan yang terjadi pada kapal-kapal tersebut, bukti-bukti sumber terbuka menunjukkan bahwa kapal pendarat Minsk hampir pasti telah hancur secara fungsional.

"Sementara kapal selam Rostov kemungkinan besar telah menderita kerusakan besar," kata Kemnterian Pertahanan Inggris.

“Setiap upaya untuk mengembalikan kapal selam ke layanan kemungkinan akan memakan waktu bertahun-tahun dan menelan biaya ratusan juta dolar,” imbuh kementerian tersebut.

"Ada kemungkinan yang realistis bahwa tugas rumit untuk memindahkan puing-puing dari dermaga kering akan membuat kapal-kapal tersebut tidak dapat digunakan lagi selama berbulan-bulan,” lanjut Kementerian Pertahanan Inggris dalam pembaruannya, seraya mencatat bahwa hal ini akan memberikan dampak yang signifikan bagi Armada Laut Hitam dalam mempertahankan pemeliharaan armada.

Sekadar diketahui, hilangnya kapal selam Rostov-on-Don akan menghilangkan salah satu dari empat kapal selam berkemampuan rudal jelajah Armada Laut Hitam Rusia, yang telah memainkan peran utama dalam menyerang Ukraina dan memproyeksikan kekuatan Rusia di Laut Hitam dan Mediterania Timur.

Penasihat Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Mykhailo Podolyak, mengatakan serangan Ukraina terhadap Crimea pekan lalu adalah bagian dari langkah persiapan yang diambil Kyiv sebelum mencoba membebaskan semenanjung tersebut.

“Tidak diragukan lagi Crimea adalah wilayah Ukraina. Selama persiapan awal untuk deokupasi wilayah tersebut dan berdasarkan ketentuan hukum internasional, Ukraina telah memenuhi tiga tugas utama dengan menyerang objek militer pendudukan di Crimea…,” tulis Podolyak di media sosial X.

Podolyak menulis dalam postingan X-nya bahwa salah satu tugas tersebut adalah mengusir sisa-sisa armada Laut Hitam Rusia dari perairan teritorial Crimea dan sekitarnya serta mengembalikan status Laut Hitam sebagai laut yurisdiksi eksternal. "Untuk tujuan ini, perbaikan infrastruktur dan kapal perang Rusia dihancurkan," lanjut dia.

Rudal Storm Shadow dan rudal SCALP merupakan rudal jelajah pasokan Inggris dan Prancis. Misil-misil Barat itu ditembakkan terhadap kapal selam dan kapal pendarat Rusia oleh pesawat pengebom Su-24 Ukraina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Serangan AS Nyaris Hantam...
Serangan AS Nyaris Hantam Rumah Sakit Kanker Anak, Iran: Barbar!
Rekomendasi
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
Berawal dari Iseng Main...
Berawal dari Iseng Main TikTok, Ini Perjalanan Sukses Kreator Konten Nickysya
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved