Putin: Dakwaan pada Trump adalah Persekusi Politik, Ungkap Kebusukan Sistem Politik AS

Rabu, 13 September 2023 - 10:00 WIB
loading...
Putin: Dakwaan pada...
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara selama sesi foto keluarga di KTT APEC di Danang, Vietnam, 11 November 2017. Foto/REUTERS/Jorge Silva
A A A
MOSKOW - Banyaknya dakwaan pidana terhadap mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sama dengan penganiayaan dan menunjukkan “kebusukan” dalam sistem politik Amerika.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan penilaian itu dalam diskusi panel di Forum Ekonomi Timur di Vladivostok.

“AS dalam kondisi saat ini tidak dapat mengklaim hak untuk mengajarkan demokrasi kepada negara lain,” ujar pemimpin Rusia tersebut pada Selasa (12/9/2023).

“Hal-hal yang terjadi pada Trump adalah penganiayaan terhadap pesaing politiknya… Begitulah adanya. Dan hal itu dilakukan di hadapan publik AS dan seluruh dunia,” tegas dia.

Kontroversi ini bermanfaat bagi Rusia dalam arti “mengekspos” Washington “apa adanya,” menurut Putin.

“Pemerintah AS memilih memusuhi Moskow dan mempropagandakan penduduknya agar memandang Moskow seperti itu,” ujar dia.

“(AS) menunjukkan apa yang mereka sebut di masa Soviet sebagai ‘cemberut imperialisme’,” canda Putin.

Menurut dia, Moskow tidak mengharapkan adanya perubahan substansial dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Rusia, terlepas dari siapa yang akan menduduki Gedung Putih setelah pemilu tahun depan.

“(Trump) dituduh memiliki hubungan khusus dengan Rusia, dan itu merupakan omong kosong belaka. Namun dialah presiden yang paling banyak menjatuhkan sanksi terhadap Rusia,” papar Putin.

Baca juga: Gedung Putih Akui Lebih dari Rp1.535 Triliun Bantuan untuk Ukraina, Utang AS Menggila

Putin meyakini sebagian besar elit Amerika menganggap Rusia sebagai musuh yang nyata. “Negara ini juga memiliki teman-teman di AS, yang menginginkan hubungan baik dan memiliki pandangan yang sama dengan Rusia mengenai nilai-nilai tradisional,” tutur presiden Rusia, namun suara-suara tersebut diredam.

Sejak meninggalkan jabatannya, Trump telah didakwa melakukan berbagai kejahatan baik di tingkat federal maupun negara bagian, mulai dari gangguan pemilu, penghasutan kerusuhan Capitol pada 6 Januari, hingga penyelewengan keuangan.

Pengusaha yang beralih menjadi politisi, yang dianggap sebagai kandidat terdepan dalam nominasi presiden dari Partai Republik, mengatakan permasalahan hukum yang dihadapinya sama dengan “perburuan penyihir” oleh lawan-lawannya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Menakjubkan! Detik-Detik...
Menakjubkan! Detik-Detik Danau Kawah Gunung Filipina Meletus Dahsyat, Picu Tsunami
Rekomendasi
KPK Tahan Tersangka...
KPK Tahan Tersangka Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim
Dengarkan Keterangan...
Dengarkan Keterangan Ahli Polda Metro Jaya, Roy Suryo Optimistis Praperadilannya Dikabulkan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan KKP Perkuat Penyediaan Energi bagi Nelayan
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved