Demi Tuntutan Perang Modern, Produsen Pesawat Antonov dari Ukraina Beralih Produksi Drone

Selasa, 12 September 2023 - 22:42 WIB
loading...
Demi Tuntutan Perang...
Antonov dikenal sebagai produsen pesawat kargo yang kini memproduksi drone. Foto/Reuters
A A A
KYIV - Produsen pesawat Antonov dari Ukraina sedang memperluas pembuatan drone. Hal itu seiring mereka mendiversifikasi bisnis inti pesawat kargo sebagai respons terhadap invasi Rusia dan tuntutan perang modern.

Drone yang dibuat dan diadaptasi di Ukraina memainkan peran utama dalam perang tersebut dan tindakan Antonov yang sebelumnya tidak dilaporkan ini konsisten dengan tujuan Ukraina untuk menjadi pusat drone global, didorong oleh investasi di sektor yang telah tumbuh secara dramatis sejak awal tahun 2022.

"Pusat drone baru Antonov dibuka dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan manufaktur sistem tak berawak dan memberikan dukungan kepada produsen sistem tak berawak swasta dalam hal keahlian dan layanan,” demikian presentasi yang disampaikan oleh Ukroboronprom, asosiasi industri sektor pertahanan Ukraina, dilansir Reuters.

Hal ini disampaikan kepada para pejabat di Washington, D.C., pada bulan Juni.

Antonov tidak menanggapi permintaan komentar mengenai pusat dan rencana perluasan di sektor drone. Juru bicara Ukroboronprom menolak berkomentar, dengan alasan masalah keamanan.

Baca Juga: 14 Ransum Favorit Tentara di Medan Perang, dari Kimchi hingga Pizza

Pembuatan drone kini dapat mendukung perusahaan-perusahaan kedirgantaraan Soviet seperti Antonov yang telah kehilangan pelanggan besar di Rusia dan mengalami kerusakan parah akibat serangan Rusia.

Di bawah Ukroboronprom, Antonov pernah merancang dan membuat drone, termasuk model Horlytsia, namun pesawat kargo telah lama menjadi fokus utamanya. Sebagai pukulan simbolis, An-225 Mriya, yang pada saat itu merupakan pesawat kargo terbesar di dunia dan paling dikenal sebagai Antonov, dihancurkan pada awal perang.

"Meskipun produksi pesawat kargo akan terus berlanjut, pusat drone baru ini dapat melayani kebutuhan perang Ukraina dengan lebih baik dan memberikan lebih banyak pekerjaan kepada para insinyur Antonov," kata seseorang yang mengetahui rencana Antonov kepada Reuters.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Kasus DBD Anak Meningkat...
Kasus DBD Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala yang Wajib Diwaspadai
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Argentina vs Austria:...
Argentina vs Austria: Misi Messi Dekati Rekor
Berita Terkini
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved