Kowloon Walled City, Kota Tanpa Hukum yang Jadi Surga Para Kriminal

Minggu, 10 September 2023 - 11:09 WIB
loading...
Kowloon Walled City,...
Kowloon Walled City. Foto/Independent
A A A
JAKARTA - Kowloon Walled City menjadi salah satu kota yang paling aneh di dunia. Sebab kota ini tidak memiliki pemerintahan, hukum, atau infrastruktur yang memadai, sehingga dikenal sebagai ‘Kota Surga Para Kriminal’.

Meskipun begitu, kota ini memiliki kehidupan sosial dan ekonomi yang unik. Kowloon Walled City juga menjadi saksi sejarah dan budaya yang beragam dan menarik. Berikut ulasannya.

Kowloon Walled City


Sejarah Kowloon Walled City dimulai pada masa Dinasti Song (960-1279), ketika sebuah pos militer dibangun untuk mengawasi perdagangan garam di daerah tersebut. Selama ratusan tahun kemudian, tidak banyak perubahan yang terjadi.

Pada tahun 1842, Pulau Hong Kong diserahkan kepada Inggris melalui Perjanjian Nanking. Akibatnya, pihak Qing merasa perlu untuk memperkuat benteng tersebut untuk mengekang pengaruh Inggris.

Pada tahun 1898, Inggris menyewa New Territories dari China selama 99 tahun. Kowloon Walled City menjadi sebuah enklave de jure China di dalam wilayah Inggris.

Namun, China tidak memiliki kekuatan untuk mengelola kota tersebut, sementara Inggris tidak tertarik untuk mengintervensi. Hal ini membuat Kowloon Walled Menjadi tanah tak bertuan yang tidak tunduk kepada hukum manapun.

Pada tahun 1941, Jepang menginvasi Hong Kong dan menduduki Kowloon Walled City. Mereka merobohkan sebagian besar bangunan di dalam kota tersebut dan menggunakan batu-batunya untuk membangun landasan pacu di dekat bandara Kai Tak.

Kowloon Walled City kemudian menjadi tempat berlindung bagi para pengungsi yang melarikan diri dari perang saudara di China pada tahun 1949. Mereka mulai membangun rumah-rumah sederhana di atas reruntuhan kota tersebut tanpa izin atau rencana apapun.

Mereka juga tidak membayar pajak atau sewa kepada pihak berwenang. Populasi kota tersebut terus bertambah seiring dengan arus imigrasi dari China daratan.

Pada tahun 1950-an hingga 1970-an, Kowloon Walled City menjadi dikuasai oleh triad, yaitu organisasi kriminal yang berasal dari China. Triad menjalankan berbagai bisnis ilegal di dalam kota tersebut, seperti prostitusi, judi, dan perdagangan narkoba.

Mereka juga sering terlibat dalam pertikaian dan kekerasan dengan triad lainnya atau dengan pihak berwenang. Polisi Hong Kong jarang masuk ke dalam kota tersebut karena takut akan bahaya yang mengintai.

Pada tahun 1987, pemerintah Hong Kong mengumumkan rencana untuk merobohkan Kowloon Walled City. Rencana ini didukung oleh pemerintah China yang mengakui kedaulatan Inggris atas kota tersebut sebagai bagian dari perjanjian penyerahan Hong Kong pada tahun 19971.

Dikutip dari laman atlasobscurb, rancangan ini juga didasarkan pada alasan kesehatan, keamanan, dan kemanusiaan bagi penduduk kota tersebut. Namun, rencana ini juga menimbulkan kontroversi dan protes dari sebagian penduduk yang merasa terikat dengan kota tersebut.

Meskipun demikian, Kowloon Walled City juga memiliki kehidupan sosial dan ekonomi yang unik. Banyak orang yang bekerja sebagai pedagang, tukang cukur, dokter, atau bahkan penjahat. Kota ini juga dikenal sebagai tempat berkembangnya seni bela diri, musik, dan agama.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Berita Terkini
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved