Produksi dan Ketahanan Antibodi, Tantangan Besar Pengembang Vaksin Covid-19
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 09:46 WIB
loading...
A
A
A
"Itu berarti bahwa ketergantungan yang berlebihan pada vaksin (untuk mengendalikan pandemi) tidak bijaksana," kata Stephen Griffin, seorang profesor kedokteran Universitas Leeds.
"Agar benar-benar efektif, vaksin Covid1-19 akan perlu menghasilkan perlindungan yang lebih kuat dan lebih tahan lama atau mungkin perlu diberikan secara teratur dan hal-hal itu tidak sepele," sambungnya.
Lebih dari 100 tim peneliti dan perusahaan di seluruh dunia berusaha mengembangkan vaksin melawan Covid-19 dan setidaknya 17 sudah dalam uji coba manusia untuk menguji kemanjuran vaksin tersebut.
Sebuah percobaan praklinis pada babi vaksin Covid-19 AstraZeneca, yang dikenal sebagai AZD1222, menunjukkan bahwa dua dosis menghasilkan respons antibodi yang lebih besar daripada dosis tunggal. Namun sejauh ini, tidak ada data dari uji coba manusia yang menunjukkan apakah respons imun antibodi protektif akan cukup kuat dan tahan lama.
Jeffrey Arnold, seorang profesor mikrobiologi di Universitas Oxford Inggris dan mantan ahli di Sanofi Pasteur, mengatakan salah satu alasan kurangnya data adalah waktu. Dia menyebut, pengembangan dan pengujian vaksin Covid-19 potensial berkecepatan tinggi telah berlangsung selama hampir enam bulan, waktu yang terbilang sangat singkat.
"Agar benar-benar efektif, vaksin Covid1-19 akan perlu menghasilkan perlindungan yang lebih kuat dan lebih tahan lama atau mungkin perlu diberikan secara teratur dan hal-hal itu tidak sepele," sambungnya.
Lebih dari 100 tim peneliti dan perusahaan di seluruh dunia berusaha mengembangkan vaksin melawan Covid-19 dan setidaknya 17 sudah dalam uji coba manusia untuk menguji kemanjuran vaksin tersebut.
Sebuah percobaan praklinis pada babi vaksin Covid-19 AstraZeneca, yang dikenal sebagai AZD1222, menunjukkan bahwa dua dosis menghasilkan respons antibodi yang lebih besar daripada dosis tunggal. Namun sejauh ini, tidak ada data dari uji coba manusia yang menunjukkan apakah respons imun antibodi protektif akan cukup kuat dan tahan lama.
Jeffrey Arnold, seorang profesor mikrobiologi di Universitas Oxford Inggris dan mantan ahli di Sanofi Pasteur, mengatakan salah satu alasan kurangnya data adalah waktu. Dia menyebut, pengembangan dan pengujian vaksin Covid-19 potensial berkecepatan tinggi telah berlangsung selama hampir enam bulan, waktu yang terbilang sangat singkat.
Lihat Juga :