Jenderal AS: China Targetkan Tentara Amerika dalam Kampanye Eksploitasi
Sabtu, 09 September 2023 - 01:48 WIB
loading...
A
A
A
Peringatan ini muncul beberapa hari setelah FBI dan Departemen Pertahanan dilaporkan melacak lebih dari 100 insiden warga negara China yang menyamar sebagai turis untuk mencoba memasuki pangkalan militer AS dan situs federal lainnya.
Mereka yang bertanggung jawab, yang disebut sebagai “pendobrak gerbang", berkisar dari warga negara China yang terdeteksi memasuki wilayah jangkauan rudal AS di New Mexico, hingga penyelam scuba yang tertangkap sedang berenang di perairan keruh dekat lokasi peluncuran roket pemerintah AS di Florida. Demikian diungkap beberapa pejabat AS baru-baru ini kepada The Wall Street Journal.
Tren yang berkembang ini mewakili potensi ancaman spionase, karena pihak berwenang yakin bahwa pemerintah China dalam beberapa kasus memaksa warga negaranya untuk ikut bertugas guna melakukan tes dan melaporkan kembali praktik keamanan di instalasi tersebut.
FBI mengatakan China merupakan ancaman kontra-intelijen jangka panjang terbesar terhadap informasi dan kekayaan intelektual Amerika.
“Pemerintah China terlibat dalam kampanye pencurian dan pengaruh jahat yang luas dan beragam tanpa memperhatikan hukum atau norma internasional yang tidak akan ditoleransi oleh FBI,” kata juru bicara FBI kepada Fox News Digital.
“Dalam koordinasi dengan mitra komunitas pertahanan dan intelijen kami, bersama dengan penegak hukum negara bagian dan lokal, FBI berkomitmen untuk melindungi informasi keamanan dan pertahanan nasional kami dari tindakan pemerintah China dan pada akhirnya, upaya mereka untuk melemahkan demokrasi kami dan mereka yang mempertahankannya," paparnya.
Mereka yang bertanggung jawab, yang disebut sebagai “pendobrak gerbang", berkisar dari warga negara China yang terdeteksi memasuki wilayah jangkauan rudal AS di New Mexico, hingga penyelam scuba yang tertangkap sedang berenang di perairan keruh dekat lokasi peluncuran roket pemerintah AS di Florida. Demikian diungkap beberapa pejabat AS baru-baru ini kepada The Wall Street Journal.
Tren yang berkembang ini mewakili potensi ancaman spionase, karena pihak berwenang yakin bahwa pemerintah China dalam beberapa kasus memaksa warga negaranya untuk ikut bertugas guna melakukan tes dan melaporkan kembali praktik keamanan di instalasi tersebut.
FBI mengatakan China merupakan ancaman kontra-intelijen jangka panjang terbesar terhadap informasi dan kekayaan intelektual Amerika.
“Pemerintah China terlibat dalam kampanye pencurian dan pengaruh jahat yang luas dan beragam tanpa memperhatikan hukum atau norma internasional yang tidak akan ditoleransi oleh FBI,” kata juru bicara FBI kepada Fox News Digital.
“Dalam koordinasi dengan mitra komunitas pertahanan dan intelijen kami, bersama dengan penegak hukum negara bagian dan lokal, FBI berkomitmen untuk melindungi informasi keamanan dan pertahanan nasional kami dari tindakan pemerintah China dan pada akhirnya, upaya mereka untuk melemahkan demokrasi kami dan mereka yang mempertahankannya," paparnya.
(mas)
Lihat Juga :