Ukraina Punya Pasukan Pembunuh Rahasia, Tugasnya Habisi Kolaborator Rusia
Rabu, 06 September 2023 - 03:08 WIB
loading...
A
A
A
Orang dalam intelijen Ukraina juga dilaporkan mengatakan kepada outlet tersebut bahwa direktorat kelima SBU saat ini memainkan peran sentral dalam operasi melawan Rusia, dan bahwa mereka telah melakukan serangan seperti pemboman Jembatan Crimea.
Menurut The Economist, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dipahami sebagai orang yang mengesahkan operasi yang paling kontroversial, sementara keputusan lainnya sering kali didelegasikan.
Sejak konflik antara Rusia dan Ukraina pecah pada Februari tahun lalu, dinas keamanan Kiev diyakini bertanggung jawab atas beberapa pembunuhan besar-besaran terhadap jurnalis dan pejabat publik Rusia. Ini termasuk pembunuhan bom mobil pada Agustus 2022 terhadap Darya Dugina, putri filsuf Rusia Aleksandr Dugin, dan pembunuhan blogger militer Maxim Fomin juga dikenal sebagai Vladlen Tatarsky dalam serangan bom di St. Petersburg pada bulan April tahun ini.
Baca Juga: Pilot Rusia Membelot ke Ukraina Serukan Rekan-rekan Mengikutinya: 'Anda Tak Akan Menyesal'
Beberapa orang dalam Ukraina yang diwawancarai oleh The Economist mengakui bahwa mereka merasa terganggu dengan penargetan target tingkat menengah.
Menurut The Economist, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dipahami sebagai orang yang mengesahkan operasi yang paling kontroversial, sementara keputusan lainnya sering kali didelegasikan.
Sejak konflik antara Rusia dan Ukraina pecah pada Februari tahun lalu, dinas keamanan Kiev diyakini bertanggung jawab atas beberapa pembunuhan besar-besaran terhadap jurnalis dan pejabat publik Rusia. Ini termasuk pembunuhan bom mobil pada Agustus 2022 terhadap Darya Dugina, putri filsuf Rusia Aleksandr Dugin, dan pembunuhan blogger militer Maxim Fomin juga dikenal sebagai Vladlen Tatarsky dalam serangan bom di St. Petersburg pada bulan April tahun ini.
Baca Juga: Pilot Rusia Membelot ke Ukraina Serukan Rekan-rekan Mengikutinya: 'Anda Tak Akan Menyesal'
Beberapa orang dalam Ukraina yang diwawancarai oleh The Economist mengakui bahwa mereka merasa terganggu dengan penargetan target tingkat menengah.
Lihat Juga :