Seberapa Bahayanya Aliansi Putin-Kim Jong Un? Berikut 5 Prediksinya
Selasa, 05 September 2023 - 20:50 WIB
loading...
A
A
A
Foto: Menhan Rusia: 66.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Serangan Balasan
![Seberapa Bahayanya Aliansi Putin-Kim Jong Un? Berikut 5 Prediksinya]()
Foto/Reuters
Dinas intelijen Korea Selatan memberi pengarahan bahwa Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah menyarankan Rusia, China, dan Korea Utara untuk mengadakan latihan angkatan laut bersama, serupa dengan yang dilakukan oleh AS, Korea Selatan, dan Jepang, yang sangat dibenci oleh Kim Jong Un.
Namun sejauh ini permintaan paling mengkhawatirkan yang bisa diajukan Kim adalah agar Putin memberinya teknologi atau pengetahuan senjata canggih, untuk membantunya membuat terobosan dalam program senjata nuklirnya. Ia masih berjuang untuk menguasai senjata strategis utama, terutama satelit mata-mata dan kapal selam bersenjata nuklir.
Namun para pejabat di Seoul percaya bahwa kerja sama pada tingkat ini tidak mungkin terjadi, karena hal ini dapat membahayakan Rusia secara strategis.
“Jika Rusia membayar dengan minyak dan makanan, hal ini dapat menghidupkan kembali perekonomian Korea Utara, yang pada gilirannya juga dapat memperkuat sistem persenjataan Korea Utara. Ini adalah sumber pendapatan tambahan yang tidak mereka miliki," katanya dilansir BBC.
Yang, pakar strategi militer dan sistem persenjataan, menambahkan: "Selama 15 tahun kami telah membangun jaringan sanksi terhadap Korea Utara, untuk menghentikannya mengembangkan dan memperdagangkan senjata pemusnah massal. Kini Rusia, anggota tetap Korea Utara Dewan Keamanan PBB, dapat menyebabkan seluruh sistem ini runtuh."
![Seberapa Bahayanya Aliansi Putin-Kim Jong Un? Berikut 5 Prediksinya]()
Foto/Reuters
Ketika sanksi ditingkatkan, Korea Utara menjadi semakin bergantung pada China untuk menutup mata terhadap mereka yang melanggar sanksi dan memberikan bantuan pangan. Selama setahun terakhir, Beijing menolak menghukum Korea Utara atas uji coba senjatanya di Dewan Keamanan PBB, yang berarti negara tersebut mampu mengembangkan persenjataan nuklirnya tanpa konsekuensi serius.
2. Aliansi China, Korea Utara dan Rusia Menguat

Foto/Reuters
Dinas intelijen Korea Selatan memberi pengarahan bahwa Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah menyarankan Rusia, China, dan Korea Utara untuk mengadakan latihan angkatan laut bersama, serupa dengan yang dilakukan oleh AS, Korea Selatan, dan Jepang, yang sangat dibenci oleh Kim Jong Un.
3. Transfer Teknologi Senjata Rusia ke Korea Utara
Kim mungkin juga bisa menggunakan senjata Rusia di masa depan.Namun sejauh ini permintaan paling mengkhawatirkan yang bisa diajukan Kim adalah agar Putin memberinya teknologi atau pengetahuan senjata canggih, untuk membantunya membuat terobosan dalam program senjata nuklirnya. Ia masih berjuang untuk menguasai senjata strategis utama, terutama satelit mata-mata dan kapal selam bersenjata nuklir.
Namun para pejabat di Seoul percaya bahwa kerja sama pada tingkat ini tidak mungkin terjadi, karena hal ini dapat membahayakan Rusia secara strategis.
4. Program Nuklir Korea Utara Jalan Terus
Yang Uk, peneliti di Asian Institute for Policy Studies, mencatat bahwa meskipun Rusia tidak menjual senjata kepada Korea Utara sebagai imbalan, Rusia masih dapat mendanai program nuklirnya.“Jika Rusia membayar dengan minyak dan makanan, hal ini dapat menghidupkan kembali perekonomian Korea Utara, yang pada gilirannya juga dapat memperkuat sistem persenjataan Korea Utara. Ini adalah sumber pendapatan tambahan yang tidak mereka miliki," katanya dilansir BBC.
Yang, pakar strategi militer dan sistem persenjataan, menambahkan: "Selama 15 tahun kami telah membangun jaringan sanksi terhadap Korea Utara, untuk menghentikannya mengembangkan dan memperdagangkan senjata pemusnah massal. Kini Rusia, anggota tetap Korea Utara Dewan Keamanan PBB, dapat menyebabkan seluruh sistem ini runtuh."
5. Korea Utara Tidak Lagi Tergantung dengan China

Foto/Reuters
Ketika sanksi ditingkatkan, Korea Utara menjadi semakin bergantung pada China untuk menutup mata terhadap mereka yang melanggar sanksi dan memberikan bantuan pangan. Selama setahun terakhir, Beijing menolak menghukum Korea Utara atas uji coba senjatanya di Dewan Keamanan PBB, yang berarti negara tersebut mampu mengembangkan persenjataan nuklirnya tanpa konsekuensi serius.
Lihat Juga :