Yayasan Nobel Tidak Akan Undang Rusia, Belarusia dan Iran, Kenapa?

Minggu, 03 September 2023 - 06:36 WIB
loading...
Yayasan Nobel Tidak...
Yayasan Nobel tidak akan undang Rusia, Belarusia, dan Iran karena mendapat penolakan dari partai politik di Swedia. Foto/Ilustrasi
A A A
STOCKHOLM - Yayasan Nobel pada hari Sabtu mengatakan bahwa mereka tidak akan mengundang duta besar Rusia , Belarusia dan Iran untuk menghadiri upacara penghargaan Hadiah Nobel di Stockholm tahun ini. Keputusan ini membatalkan keputusan sebelumnya yang mendapat kritikan luas.

Tahun lalu, yayasan tersebut juga tidak mengundang duta besar Rusia dan sekutunya Belarusia karena invasi Moskow ke Ukraina.

Yayasan tersebut pada hari Kamis mengatakan bahwa pihaknya akan mengundang mereka, dan duta besar Iran, ke upacara penghargaan tahun ini pada bulan Desember mendatang, dan berkomentar bahwa mereka berupaya untuk melibatkan bahkan mereka yang tidak memiliki nilai-nilai yang sama dengan Hadiah Nobel.

Baca Juga: Rusia Masukkan Peraih Nobel ke Daftar Agen Asing

Pengumuman itu mendorong para pemimpin beberapa partai politik Swedia mengatakan mereka akan memboikot upacara tersebut.

“Kami mengakui reaksi keras di Swedia,” kata yayasan tersebut dalam sebuah pernyataan.

"Oleh karena itu, kami memilih untuk mengulangi pengecualian tahun lalu terhadap praktik reguler – yaitu, tidak mengundang duta besar Rusia, Belarusia, dan Iran ke upacara penghargaan Hadiah Nobel di Stockholm," sambung pernyataan itu seperti dilansir dari Reuters, Minggu (3/9/2023).

Pemenang hadiah Nobel akan diumumkan pada awal Oktober dan lima dari enam hadiah Nobel diberikan di Stockholm setiap tahunnya setelah proses nominasi yang dirahasiakan selama 50 tahun ke depan. Sedangkan Hadiah Nobel Perdamaian diberikan di Oslo dimana perayaan terpisah diadakan.

Baca Juga: Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Dihukum Penjara 10 Tahun di Belarusia
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved