Mengapa Kanada Tutup Perbatasan bagi Pencari Suaka?

Sabtu, 02 September 2023 - 19:22 WIB
loading...
A A A
“Sayangnya ini bukan jalan yang aman bagi mereka,” kata Direktur Eksekutif Abdulla Daoud kepada Reuters. “Ini mempromosikan aktor-aktor jahat yang mengambil keuntungan dari orang-orang ini.”

Direktur Eksekutif Pusat Pengungsi FCJ di Toronto, Loly Rico mengungkapkan, sekitar 20% hingga 30% pendatang baru mengatakan mereka menyeberang ke Kanada tanpa terdeteksi dan bersembunyi dengan bantuan penyelundup.

Reuters berbicara dengan 10 orang yang mencari status pengungsi yang baru saja tiba di Toronto, kota terbesar di Kanada. Mereka antara lain berasal dari Sudan, Uganda, Meksiko. Semua tiba dengan pesawat, dengan visa yang sah di tangan. Beberapa mengajukan klaim pengungsi beberapa hari atau minggu setelah kedatangan mereka.

Meskipun mereka pergi karena berbagai alasan, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga hingga perang, hal yang paling menarik bagi mereka adalah reputasi Kanada dalam melindungi hak asasi manusia dan menyediakan perlindungan.

“Ini negara pertama yang saya pikirkan,” kata Hana Bakhit. Wanita berusia 35 tahun asal Sudan yang dilanda perang ini mengatakan bahwa dia mengajukan permohonan visa pengunjung pada bulan Mei, terbang ke Kanada pada bulan Juli dan mengajukan klaim pengungsi dua minggu kemudian.

Dia telah tidur di masjid dan gereja, setiap hari menelepon tempat penampungan di pusat kota Toronto untuk mencari tempat tidur, namun dia diberitahu bahwa tempat penampungan tersebut tidak tersedia. Meski begitu, dia menganggap dirinya beruntung berada di Kanada.

Dengan ditutupnya sebagian besar perbatasan darat Kanada, sistem suaka kini lebih menguntungkan orang-orang seperti Bakhit yang bisa mendapatkan visa dan tiket pesawat, kata pengacara pengungsi Maureen Silcoff.

“Beberapa kelompok masyarakat yang paling rentan masih dilarang mengakses sistem Kanada dan saya pikir kita harus merenungkan ketidakadilan dalam pembangunan tersebut,” kata Silcoff.

Grace Nanziri, 42 tahun, termasuk di antara mereka yang memiliki hak istimewa untuk mendapatkan visa dan tiket penerbangan: dia mengajukan permohonan visa pengunjung Kanada ketika advokasi LGBTQ-nya menjadikannya target di negara asalnya, Uganda.

Setelah menunggu satu tahun untuk mendapatkan visa, dia terbang ke Toronto pada bulan Agustus - tertarik dengan reputasi Kanada dalam melindungi hak asasi manusia, katanya.

"Mereka ingin membunuh saya," katanya. “Itulah sebabnya saya datang ke Kanada.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
232 Warga Mengungsi...
232 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
Kylian Mbappe Balas...
Kylian Mbappe Balas Ejekan Rasis Anggota Parlemen Paraguay: Wanita Hina!
Rekomendasi
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Infografis
Balas Serangan AS, Parlemen...
Balas Serangan AS, Parlemen Iran Setuju Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved