Supermodel Bella Hadid Sindir Keras Menteri Israel soal Hak-hak Palestina

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 06:01 WIB
loading...
Supermodel Bella Hadid...
Supermodel Bella Hadid. Foto/REUTERS
A A A
TEPI BARAT - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir pada Jumat (25/8/2023), berdebat dengan supermodel Amerika Serikat (AS) Bella Hadid.

Bella Hadid mengecam komentar rasis oleh Ben-Gvir pekan. Pernyataan Ben-Gvir juga dikutuk orang-orang Palestina sebagai tindakan rasis, menurut laporan Reuters.

Dalam wawancara dengan N12 News pada Rabu, Itamar Ben-Gvir mengatakan hak untuk hidup dan bergerak bagi pemukim Yahudi di Tepi Barat yang diduduki mengalahkan hak untuk bergerak bagi warga Palestina.

Warga Palestina telah lama mencela pembatasan perjalanan, termasuk pos pemeriksaan, yang diberlakukan oleh Israel di Tepi Barat.

Tepi Barat merupakan wilayah di mana warga Palestina menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas dan yang mereka cita-citakan sebagai bagian dari negara masa depan.

Ben-Gvir yang tinggal di pemukiman ilegal Yahudi di Kiryat Arba dekat kota Hebron di Tepi Barat, mengatakan dalam wawancara bahwa pembatasan diperlukan untuk melindungi keamanan keluarganya.

“Hak saya, hak istri saya, hak anak-anak saya untuk melakukan perjalanan di jalan Yudea dan Samaria lebih penting daripada hak untuk bergerak bagi orang-orang Arab,” ujar dia, merujuk pada Tepi Barat dengan nama Ibrani dalam Alkitab.

Supermodel Bella Hadid ayahnya adalah orang Palestina dan merupakan pendukung vokal hak-hak Palestina.

Bella Hadid mengkritik komentar Ben-Gvir di Instagram, di mana Hadid memiliki hampir 60 juta pengikut.

“Tidak ada tempat, waktu, apalagi di tahun 2023 ini kehidupan yang satu harus lebih berharga dari kehidupan yang lain. Terutama karena etnis, budaya, atau kebencian murni mereka,” tulis Bella Hadid dalam postingannya pada Kamis.

Baca juga: Mengerikan! Ukraina Sudah Gunakan Bom Fosfor di Arah Zaporozhye

Ben-Gvir menanggapi dalam pernyataan pada Jumat yang menyebut Hadid sebagai “pembenci Israel”.

Ben-Gvir juga mengatakan Hadid hanya membagikan sebagian wawancara di akun media sosialnya untuk menggambarkan Hadid sebagai seorang rasis.

Kementerian Luar Negeri Palestina pada Kamis, mengecam pernyataan Ben-Gvir sebagai “rasis dan keji” dan mengatakan hal tersebut “hanya menegaskan rezim apartheid Israel atas supremasi Yahudi”.

Israel menolak segala pendapat bahwa mereka menerapkan sistem apartheid terhadap warga Palestina.

Kekerasan di Tepi Barat telah meningkat selama 15 bulan terakhir, dengan seringnya serangan militer Israel, serangan jalanan Palestina, dan serangan pemukim ilegal Yahudi terhadap desa-desa Palestina.

Sejak Januari, setidaknya 188 warga Palestina dan 35 orang di Israel tewas dalam permusuhan.

Ben-Gvir, anggota koalisi agama-nasionalis Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sudah lama terbukti mendukung terorisme dan hasutan anti-Arab.

Dia mengatakan pandangannya menjadi lebih moderat sejak bergabung dengan pemerintah, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Israel merebut Tepi Barat dalam perang Timur Tengah tahun 1967. Israel terus memperluas lusinan permukiman yang dianggap ilegal oleh PBB dan sebagian besar negara di dunia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved