AS Tak Terkejut Jika Bos Wagner Prigozhin Tewas Kecelakaan Pesawat
Kamis, 24 Agustus 2023 - 07:34 WIB
loading...
Bos tentara bayaran Wagner Group Yevgeny Prigozhin dilaporkan tewas dalam kecelakaan pesawat di Rusia. AS tidak terkejut jika bos tentara bayaran Rusia itu benar-benar tewas. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan tidak terkejut dengan laporan bahwa pemimpin tentara bayaran Wagner Group Yevgeny Prigozhin tewas dalam kecelakaan pesawat di Tver, Rusia.
Pesawat jet pribadi pembawa 10 orang tersebut, termasuk Priogozhin, dilaporkan ditembak jatuh pasukan Rusia pada Rabu. Laporan itulah yang memicu dugaan bahwa itu adalah operasi pembunuhan atas perintah Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Kami telah melihat laporannya. Jika benar, maka tidak ada yang perlu terkejut," tulis juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Adrienne Watson di media sosial X, yang dikutip Newsweek, Kamis (24/8/2023).
Baca Juga: Bos Wagner Dilaporkan Tewas Kecelakaan Pesawat, Diduga Dihabisi Putin
Sebelumnya pada hari Rabu, media pemerintah Rusia melaporkan bahwa Prigozhin termasuk di antara penumpang pesawat jet pribadi yang jatuh dalam perjalanan dari Moskow ke St Petersburg.
“Kami telah melihat laporan-laporan tersebut namun belum ada yang bisa ditawarkan saat ini,” kata Departemen Pertahanan AS dalam sebuah pernyataan. “Sementara itu, kami akan terus memantau situasinya.”
Nasib Prigozhin telah menjadi bahan spekulasi sejak dia melancarkan pemberontakan terhadap kepemimpinan Rusia pada akhir Juni.
Pemberontakan bersenjata ini hanya berlangsung singkat dan tiba-tiba dibatalkan dalam kesepakatan dengan Kremlin yang memaksa Prigozhin pindah ke Belarusia dan mengharuskan para tentara bayarannya menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia atau bergabung dengan pemimpin mereka di pengasingan. Namun, dilaporkan bahwa bos tentara bayaran itu terlihat di Rusia.
Prigozhin merupakan tokoh penting dalam perang di Ukraina, bertempur di zona pertempuran penting seperti Bakhmut. Namun dia juga merupakan seorang kritikus yang terang-terangan terhadap para pejabat militer dan pertahanan Rusia atas cara-cara upaya perang tersebut dikelola.
Ketika ditanya tentang kecelakaan pada hari Rabu, Presiden Joe Biden mengatakan kepada CNN; "Tidak banyak hal yang terjadi di Rusia yang tidak diikuti oleh Putin. Namun saya tidak cukup tahu untuk mengetahui jawabannya."
Para pejabat tinggi Biden telah secara terbuka dan berulang kali memperingatkan bahwa pemimpin Wagner bisa dibunuh karena pemberontakan tersebut.
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan pada bulan Juli; “Jika saya adalah Prigozhin, saya akan tetap sangat prihatin. NATO memiliki kebijakan pintu terbuka. Rusia memiliki kebijakan pintu terbuka, dan dia perlu fokus pada hal itu.”
Direktur CIA Bill Burns juga menggemakan peringatan tersebut, dengan mengatakan; "Putin adalah orang yang paling bertanggung jawab atas pembalasan, jadi saya akan terkejut jika Prigozhin lolos dari hukuman lebih lanjut atas hal ini."
Pejabat manajemen darurat Rusia mengatakan delapan jenazah ditemukan di lokasi kecelakaan pesawat, namun belum ada konfirmasi mengenai identitas para korban. Ada 10 orang di dalam pesawat yang jatuh tersebut, termasuk tiga awak.
“Menurut Badan Transportasi Udara Federal, penyelidikan telah diluncurkan terhadap kecelakaan [pesawat] Embraer,” tulis media pemerintah Rusia, RIA Novosti.
"Di antara para penumpang ada nama dan nama keluarga Yevgeny Prigozhin."
Rajan Menon, seorang sarjana nonresiden di Carnegie Endowment for International Peace's Russia and Eurasia Program dan direktur Grand Strategy Program di Defense Priorities, mengatakan pasti akan ada spekulasi mengenai apakah pesawat itu jatuh atau ditembak jatuh oleh pasukan Rusia.
“Itu karena dalam beberapa bulan terakhir, pria ini [Prigozhin], yang merupakan makhluk dalam sistem politik Putin, dan seseorang yang menjadi sangat kaya, berkat hubungannya dengan Putin dan kontrak negara yang menguntungkan, telah berubah menjadi seorang pemberontak,” kata Menon kepada Newsweek dalam sebuah pernyataan.
“Kita belum bisa mengetahui apakah kematian Prigozhin akan menjadi kemenangan bagi Putin atau apakah spekulasi mengenai kecelakaan itu akan memberikan hasil yang tidak menguntungkan Putin,” ujar Menon.
Pesawat jet pribadi pembawa 10 orang tersebut, termasuk Priogozhin, dilaporkan ditembak jatuh pasukan Rusia pada Rabu. Laporan itulah yang memicu dugaan bahwa itu adalah operasi pembunuhan atas perintah Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Kami telah melihat laporannya. Jika benar, maka tidak ada yang perlu terkejut," tulis juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Adrienne Watson di media sosial X, yang dikutip Newsweek, Kamis (24/8/2023).
Baca Juga: Bos Wagner Dilaporkan Tewas Kecelakaan Pesawat, Diduga Dihabisi Putin
Sebelumnya pada hari Rabu, media pemerintah Rusia melaporkan bahwa Prigozhin termasuk di antara penumpang pesawat jet pribadi yang jatuh dalam perjalanan dari Moskow ke St Petersburg.
“Kami telah melihat laporan-laporan tersebut namun belum ada yang bisa ditawarkan saat ini,” kata Departemen Pertahanan AS dalam sebuah pernyataan. “Sementara itu, kami akan terus memantau situasinya.”
Nasib Prigozhin telah menjadi bahan spekulasi sejak dia melancarkan pemberontakan terhadap kepemimpinan Rusia pada akhir Juni.
Pemberontakan bersenjata ini hanya berlangsung singkat dan tiba-tiba dibatalkan dalam kesepakatan dengan Kremlin yang memaksa Prigozhin pindah ke Belarusia dan mengharuskan para tentara bayarannya menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia atau bergabung dengan pemimpin mereka di pengasingan. Namun, dilaporkan bahwa bos tentara bayaran itu terlihat di Rusia.
Prigozhin merupakan tokoh penting dalam perang di Ukraina, bertempur di zona pertempuran penting seperti Bakhmut. Namun dia juga merupakan seorang kritikus yang terang-terangan terhadap para pejabat militer dan pertahanan Rusia atas cara-cara upaya perang tersebut dikelola.
Ketika ditanya tentang kecelakaan pada hari Rabu, Presiden Joe Biden mengatakan kepada CNN; "Tidak banyak hal yang terjadi di Rusia yang tidak diikuti oleh Putin. Namun saya tidak cukup tahu untuk mengetahui jawabannya."
Para pejabat tinggi Biden telah secara terbuka dan berulang kali memperingatkan bahwa pemimpin Wagner bisa dibunuh karena pemberontakan tersebut.
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan pada bulan Juli; “Jika saya adalah Prigozhin, saya akan tetap sangat prihatin. NATO memiliki kebijakan pintu terbuka. Rusia memiliki kebijakan pintu terbuka, dan dia perlu fokus pada hal itu.”
Direktur CIA Bill Burns juga menggemakan peringatan tersebut, dengan mengatakan; "Putin adalah orang yang paling bertanggung jawab atas pembalasan, jadi saya akan terkejut jika Prigozhin lolos dari hukuman lebih lanjut atas hal ini."
Pejabat manajemen darurat Rusia mengatakan delapan jenazah ditemukan di lokasi kecelakaan pesawat, namun belum ada konfirmasi mengenai identitas para korban. Ada 10 orang di dalam pesawat yang jatuh tersebut, termasuk tiga awak.
“Menurut Badan Transportasi Udara Federal, penyelidikan telah diluncurkan terhadap kecelakaan [pesawat] Embraer,” tulis media pemerintah Rusia, RIA Novosti.
"Di antara para penumpang ada nama dan nama keluarga Yevgeny Prigozhin."
Rajan Menon, seorang sarjana nonresiden di Carnegie Endowment for International Peace's Russia and Eurasia Program dan direktur Grand Strategy Program di Defense Priorities, mengatakan pasti akan ada spekulasi mengenai apakah pesawat itu jatuh atau ditembak jatuh oleh pasukan Rusia.
“Itu karena dalam beberapa bulan terakhir, pria ini [Prigozhin], yang merupakan makhluk dalam sistem politik Putin, dan seseorang yang menjadi sangat kaya, berkat hubungannya dengan Putin dan kontrak negara yang menguntungkan, telah berubah menjadi seorang pemberontak,” kata Menon kepada Newsweek dalam sebuah pernyataan.
“Kita belum bisa mengetahui apakah kematian Prigozhin akan menjadi kemenangan bagi Putin atau apakah spekulasi mengenai kecelakaan itu akan memberikan hasil yang tidak menguntungkan Putin,” ujar Menon.
(mas)
Lihat Juga :