alexametrics

Inggris Khawatirkan Gelombang Kedua Covid-19 Akan Hantam Eropa

loading...
Inggris Khawatirkan Gelombang Kedua Covid-19 Akan Hantam Eropa
Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock menuturkan, London tidak akan ragu untuk bertindak guna mengembalikan tindakan karantina jika perlu untuk menjaga keamanan Inggris. Foto/REUTERS
A+ A-
LONDON - Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengaku khawatir tentang gelombang kedua infeksi Covid-19 di Eropa. Dia menuturkan, London tidak akan ragu untuk bertindak guna mengembalikan tindakan karantina jika perlu untuk menjaga keamanan Inggris.

Inggris pekan lalu memberlakukan kembali masa karantina 14 hari pada orang yang datang dari Spanyol, setelah adanya peningkatan kasus di negara tersebut. Langkah London ini mendapat protes keras dari Madrid.

(Baca juga: Covid-19 Renggut 106 Nyawa WNI, Terbanyak di Arab Saudi)

"Saya khawatir tentang gelombang kedua. Saya pikir Anda dapat melihat gelombang kedua mulai bergulir di Eropa dan kita harus melakukan segala yang kami bisa untuk mencegahnya mencapai pantai-pantai ini, dan untuk menanganinya," kata Hancock, seperti dilansir Reuters pada Kamis (30/7/2020).



"Kami memiliki keprihatinan signifikan tentang gelombang kedua yang datang di Eropa. Dan itu bukan hanya Spanyol, tetapi ada negara-negara lain juga di mana jumlah kasus meningkat. Dan kami benar-benar bertekad untuk melakukan segala yang kami bisa untuk menjaga agar negara ini aman," sambungnya.

Hancock kemudian mengatakan pihak berwenang sedang berupaya untuk mempersingkat periode karantina bagi orang-orang yang datang dari Spanyol, tetapi tidak ada perubahan yang akan terjadi.



"Kami sedang mengerjakan, apakah dengan menguji orang selama karantina itu aman untuk kemudian dapat membebaskan mereka lebih awal. Tapi kami tidak akan segera mengumumkannya," katanya.

(Baca juga: Purnawirawan dan Warakawuri TNI AL di Depok Dapat Bantuan dari Polri)
(esn)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak