alexametrics

RI-China Pastikan Ketersediaan Bahan untuk Pengembangan Vaksin Covid-19

loading...
RI-China Pastikan Ketersediaan Bahan untuk Pengembangan Vaksin Covid-19
Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan virtual Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi. Foto/Kemlu RI
A+ A-
JAKARTA - Indonesia dan China sepakat untuk memastikan ketersediaan bahan untuk pengembangan vaksin Covid-19. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan virtual Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi.

Berbicara saat menggelar konferensi pers virtual, Retno mengatakan bahwa dalam pembicaraan itu, dia dan Wang Yi sepakat untuk untuk meningkatkan kolaborasi dalam penanganan Covid-19. Ini termasuk memastikan ketersediaan bahan untuk pengembangan vaksin.

(Baca juga: Ratusan Warga Bandung Daftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin COVID-19)

"Kami sepakat untuk terus meningkatkan kolaborasi internasional guna penanganan covid-19, terutama dalam menjamin rantai pasokan bahan baku bagi produksi obat dan pengembangan vaksin," ucap Retno pada Kamis (30/7/2020).



Dia kemudian mengatakan, untuk kerja sama vaksin antara Bio Farma dan SinoVac, baik Indonesia dan China berkomitmen untuk terus memberi dukungan berkelanjutan. Retno, dalam pertemuan tersebut juga menekankan mengenai ketersediaan vaksin akhir dengan jumlah yang mencukupi.

"Agar segera dapat diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan isu kedua adalah masalah harga yang terjangkau," ungkapnya. (Baca juga: 260 Kapal Penangkap Ikan China Dekati Kepulauan Galapagos, AL Ekuador Siaga)



Retno menambahkan, bahwa sambil menunggu uji klinis ini selesai, maka persiapan tahap selanjutnya yang menyangkut produksi sudah harus dipersiapkan. "Dari sisi kemampuan, Bio Farma sedang dalam proses peningkatan kapasitas produksinya dari 100 ke 250 juta," ungkap Retno.
(esn)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak