Tetangga Indonesia Ini Borong Lebih dari 200 Rudal Jelajah Tomahawk AS
Selasa, 22 Agustus 2023 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Australia merasa perlu meningkatkan kekuatan pertahanannya karena China sedang melakukan pembangunan militer terbesar sejak akhir Perang Dunia II.
Awal tahun ini, pihaknya setuju untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Inggris untuk mengembangkan armada kapal selam bertenaga nuklir dalam kesepakatan AUKUS.
Menurut Marles, selain Tomahawk, Australia akan menghabiskan sekitar AUD431 juta untuk membeli lebih dari 60 peluru kendali anti-radiasi canggih dari Amerika Serikat.
Rudal anti-tank jarak jauh juga akan dibeli untuk kendaraan pengintai tempur Boxer Angkatan Darat Australia dalam kontrak senilai lebih dari AUD50 juta.
Pengumuman kesepakatan pembelian misil Tomahawk datang beberapa hari setelah AS menyetujui kemungkinan penjualan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) ke Australia seharga USD975 juta.
Awal tahun ini, pihaknya setuju untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Inggris untuk mengembangkan armada kapal selam bertenaga nuklir dalam kesepakatan AUKUS.
Menurut Marles, selain Tomahawk, Australia akan menghabiskan sekitar AUD431 juta untuk membeli lebih dari 60 peluru kendali anti-radiasi canggih dari Amerika Serikat.
Rudal anti-tank jarak jauh juga akan dibeli untuk kendaraan pengintai tempur Boxer Angkatan Darat Australia dalam kontrak senilai lebih dari AUD50 juta.
Pengumuman kesepakatan pembelian misil Tomahawk datang beberapa hari setelah AS menyetujui kemungkinan penjualan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) ke Australia seharga USD975 juta.
(mas)
Lihat Juga :