Penyebab Muammar Gaddafi Dibunuh, antara Kemarahan Rakyat Libya dan Perintah Prancis

Senin, 21 Agustus 2023 - 22:39 WIB
loading...
A A A
Gaddafi sebenarnya masih hidup ketika dia ditangkap massa pemberontak di dekat Sirte. Dalam sebuah video, yang difilmkan oleh seorang saksi mata di tengah kerumunan dan kemudian ditayangkan di televisi, Gaddafi terlihat linglung dan terluka diseret dari kap kendaraan dan ditarik ke tanah dengan menjambak rambutnya.

"Biarkan dia tetap hidup, biarkan dia tetap hidup!" teriak seseorang di kerumunan massa. Gaddafi kemudian menghilang dari pandangan dan suara tembakan terdengar.

"Mereka menangkapnya hidup-hidup dan ketika dia dibawa pergi, mereka memukulinya dan kemudian membunuhnya," kata seorang sumber senior di Dewan Transisi Nasional (NTC)—pemerintah yang dibentuk usai rezim Gaddafi lengser—kepada Reuters.

"Dia mungkin melawan," katanya lagi.

NTC kemudian mengatakan Gaddafi tewas ketika tembak-menembak terjadi—setelah dia ditangkap—antara pendukungnya dan massa pemberontak. Dia meninggal karena luka tembak di kepala.

NTC mengeklaim tidak ada perintah yang diberikan untuk membunuhnya.

Versi Gaddafi Dibunuh Agen Rahasia Prancis


Sejumlah media Barat melaporkan Gaddafi dibunuh oleh agen dinas rahasia Prancis, yang bertindak atas perintah langsung presiden Prancis saat itu; Nicholas Sarkozy.

Menurut sumber yang dikutip Daily Mail, Sarkozy yang memerintah Prancis dari 2007 hingga 2012, mengirim agen dinas rahasia untuk menyusup ke geng pemberontak lokal yang mencoba menemukan Gaddafi ketika rezimnya runtuh setelah peristiwa Arab Spring.

Agen tersebut kemudian menembak Gaddafi di kepala, menurut laporan Daily Mail yang mengutip sumber yang ditempatkan dengan baik di negara Afrika Utara tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Arab Saudi Gempur Hodeidah,...
Arab Saudi Gempur Hodeidah, Houthi Ancam Balas: Konflik Yaman Kembali Memanas
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Ingin Hancurkan Tepi Barat seperti Gaza
Rekomendasi
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
Berita Terkini
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved