Mayoritas Rakyat Thailand Tolak Koalisi Pemerintahan dengan Dukungan Militer

Minggu, 20 Agustus 2023 - 19:02 WIB
loading...
Mayoritas Rakyat Thailand...
Pemimpin Partai Pheu Thai Paetongtarn Shinawatra percaya diri mampu membentuk pemerintahan Thailand. Foto/Reuters
A A A
BANGKOK - Sebagian besar warga Thailand tidak setuju dengan rencana utama pemerintah koalisi termasuk kelompok-kelompok yang didukung militer. Itu terungkap dalam sebuah jajak pendapat yang dirilis pada Minggu (20/8/2023).

Itu tepat dua hari menjelang pemungutan suara parlemen yang bertujuan untuk mengakhiri kebuntuan politik selama tiga bulan.

Survei yang dilaksanakan National Institute of Development Administration menyebutkan sekitar 64% dari 1.310 responden tidak setuju atau sama sekali tidak setuju dengan gagasan partai Pheu Thai membentuk "pemerintahan khusus" dengan saingan yang didukung militer.

Baca Juga: Mantan PM Thailand Thaksin akan Kembali dari Pengasingan Selasa Depan

Thailand berada di bawah pemerintahan sementara selama lima bulan dan menghadapi ketidakpastian yang berkepanjangan setelah pemenang pemilihan Mei, Partai Move Forward, dihalangi untuk membentuk pemerintahan oleh legislator konservatif yang bersekutu dengan militer yang merupakan pendukung monarki.

Partai terbesar kedua Pheu Thai, didirikan oleh keluarga miliarder mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang mengasingkan diri, bulan ini mengambil alih upaya untuk membentuk pemerintahan.

Pheu Thai, yang akan mencalonkan taipan real estat Srettha Thavisin sebagai perdana menteri pada hari Selasa mendatang, membutuhkan dukungan lebih dari setengah badan legislatif bikameral, termasuk Senat yang ditunjuk militer.

Baca Juga: 5 Pesona Calon Raja Thailand, Pangeran Paling Tampan dan Baik Hati

Juga pada hari Selasa, Thaksin akan kembali ke Thailand, meskipun menghadapi hukuman penjara, kata putrinya, Paetongtarn Shinawatra, pada hari Sabtu.

Pemerintah Pheu Thai digulingkan oleh kudeta militer pada tahun 2006 dan 2014 - yang masing-masing menggulingkan Thaksin dan saudara perempuannya Yingluck Shinawatra - ketika kepentingan partai bentrok dengan elit uang lama yang kuat di negara itu dan militer royalis.

Jajak pendapat hari Minggu menemukan calon perdana menteri Paetongtarn sebagai perdana menteri pilihan dengan dukungan 38,6%, diikuti oleh Srettha dengan 36,6%.

Pheu Thai pada Kamis lalu mendapat dukungan dari saingannya Partai Persatuan Bangsa Thailand yang didukung militer. Seorang anggota parlemen dari partai pro-militer lainnya, Palang Pracharat, mengatakan bulan ini partainya akan mendukung Pheu Thai dalam upaya mengatasi kebuntuan yang berlarut-larut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Berita Terkini
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Infografis
Karier Militer Mayjen...
Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Istimewa Raja Thailand
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved