Potensi Pecahnya Perang Taiwan Menguat di Tengah Melambatnya Ekonomi China
Jum'at, 18 Agustus 2023 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
Presiden AS Joe Biden telah menandatangani perintah eksekutif pada hari Rabu pekan lalu yang melarang modal ventura AS dan perusahaan ekuitas swasta berinvestasi ke sektor teknologi-teknologi canggih China yang dapat mengancam keamanan nasional Negeri Paman Sam.
Juru bicara Kedutaan Besar China Liu Pengyu mengatakan kepada VoA bahwa Beijing sangat prihatin dengan langkah Biden.
"Meski China berulang kali menyatakan keprihatinan mendalam, AS terus melakukan pembatasan investasi baru," kata Liu. "Pihak China sangat kecewa dengan ini."
Liu melanjutkan, "pembatasan investasi terbaru akan secara serius merusak kepentingan perusahaan dan investor China dan Amerika, menghambat kerja sama bisnis normal antara kedua negara, dan menurunkan kepercayaan komunitas internasional di lingkungan bisnis AS."
Sementara itu, China menjadi semakin agresif di Laut China Selatan, menggunakan kehadiran Angkatan Laut-nya untuk mendukung klaim kedaulatan atas pulau-pulau kecil dan apa yang diperkirakan sebagai cadangan besar minyak dan gas alam laut yang belum dimanfaatkan. Klaim Beijing telah membuat marah sejumlah negara, termasuk Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
China juga telah meningkatkan kehadiran militernya di Selat Taiwan, di mana AS telah menjalankan kebebasan navigasi untuk melawan sikap agresif China terhadap pulau Taiwan yang demokratis, yang dianggap Beijing sebagai bagian dari Negeri Tirai Bambu.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa pada Rabu pekan lalu sebanyak 10 pesawat Angkatan Udara China telah memasuki zona pertahanan udara pulau dalam mengawal lima kapal perang China yang terlibat dalam patroli "kesiapan tempur”.
Juru bicara Kedutaan Besar China Liu Pengyu mengatakan kepada VoA bahwa Beijing sangat prihatin dengan langkah Biden.
"Meski China berulang kali menyatakan keprihatinan mendalam, AS terus melakukan pembatasan investasi baru," kata Liu. "Pihak China sangat kecewa dengan ini."
Liu melanjutkan, "pembatasan investasi terbaru akan secara serius merusak kepentingan perusahaan dan investor China dan Amerika, menghambat kerja sama bisnis normal antara kedua negara, dan menurunkan kepercayaan komunitas internasional di lingkungan bisnis AS."
China Bisa Salah Perhitungan
Sementara itu, China menjadi semakin agresif di Laut China Selatan, menggunakan kehadiran Angkatan Laut-nya untuk mendukung klaim kedaulatan atas pulau-pulau kecil dan apa yang diperkirakan sebagai cadangan besar minyak dan gas alam laut yang belum dimanfaatkan. Klaim Beijing telah membuat marah sejumlah negara, termasuk Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
China juga telah meningkatkan kehadiran militernya di Selat Taiwan, di mana AS telah menjalankan kebebasan navigasi untuk melawan sikap agresif China terhadap pulau Taiwan yang demokratis, yang dianggap Beijing sebagai bagian dari Negeri Tirai Bambu.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa pada Rabu pekan lalu sebanyak 10 pesawat Angkatan Udara China telah memasuki zona pertahanan udara pulau dalam mengawal lima kapal perang China yang terlibat dalam patroli "kesiapan tempur”.
Lihat Juga :