Potensi Pecahnya Perang Taiwan Menguat di Tengah Melambatnya Ekonomi China
Jum'at, 18 Agustus 2023 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
Rute perdagangan terbuka melalui Selat Taiwan dan Laut Cina Selatan dianggap penting bagi ekonomi global. Gabungan produk senilai total lebih dari USD3,4 triliun, yang menyumbang 21 persen dari perdagangan global, diperkirakan melewati Selat Taiwan pada setiap tahunnya. Invasi China ke Taiwan dapat memutus jalur perdagangan global tersebut.
Matthew Kroenig, wakil presiden dan direktur senior Atlantic Council's Scowcroft Center for Strategy and Security, mengatakan bahwa, "pertumbuhan ekonomi China telah mendatar dan kemungkinan akan menurun dalam waktu dekat."
Namun, kata dia, ketidakmampuan Presiden China Xi Jinping untuk melihat kenyataan dapat membawanya ke kesalahan perhitungan yang sama seperti yang dibuat Presiden Rusia Vladimir Putin dalam berpikir bahwa Moskow dapat dengan mudah mengambil alih Ukraina.
"Xi tidak mengerti bahwa ekonomi Beijing sedang menurun," kata Kroenig, penulis “The Return of Great Power Rivalry”.
"Xi merasa yakin bahwa dirinya dapat membuat China lebih kuat, dan justru Amerika yang saat ini sedang mengalami kemunduran. Oleh karena itu, saya khawatir ini adalah kondisi yang dapat memicu perang. Para pakar hubungan internasional meyakini bahwa dalam sejarahnya, perang itu paling sering meletus akibat kesalahan perhitungan," pungkas Kroenig.
Matthew Kroenig, wakil presiden dan direktur senior Atlantic Council's Scowcroft Center for Strategy and Security, mengatakan bahwa, "pertumbuhan ekonomi China telah mendatar dan kemungkinan akan menurun dalam waktu dekat."
Namun, kata dia, ketidakmampuan Presiden China Xi Jinping untuk melihat kenyataan dapat membawanya ke kesalahan perhitungan yang sama seperti yang dibuat Presiden Rusia Vladimir Putin dalam berpikir bahwa Moskow dapat dengan mudah mengambil alih Ukraina.
"Xi tidak mengerti bahwa ekonomi Beijing sedang menurun," kata Kroenig, penulis “The Return of Great Power Rivalry”.
"Xi merasa yakin bahwa dirinya dapat membuat China lebih kuat, dan justru Amerika yang saat ini sedang mengalami kemunduran. Oleh karena itu, saya khawatir ini adalah kondisi yang dapat memicu perang. Para pakar hubungan internasional meyakini bahwa dalam sejarahnya, perang itu paling sering meletus akibat kesalahan perhitungan," pungkas Kroenig.
(mas)
Lihat Juga :