Kebun Binatang Manusia, Penghinaan Paling Kurang Ajar oleh Penjajah Barat

Jum'at, 18 Agustus 2023 - 04:05 WIB
loading...
A A A
Benga menembak sasaran dengan busur dan anak panah, menganyam benang, dan bergulat dengan orangutan. Meskipun, menurut The New York Times, "sedikit yang menyatakan keberatan yang dapat didengar terhadap pemandangan manusia di dalam kandang dengan monyet sebagai sahabat", kontroversi pecah ketika pendeta kulit hitam di kota itu sangat tersinggung.

“Ras kami, menurut kami, cukup tertekan, tanpa memperlihatkan salah satu dari kami bersama kera,” kata Pendeta James H. Gordon, pengawas Rumah Sakit Anak Yatim Piatu Howard Colored di Brooklyn.

“Kami pikir kami layak dianggap sebagai manusia, dengan jiwa.”

Pada hari Senin, 8 September 1906, hanya dalam dua hari, para direktur memutuskan untuk menutup pameran, dan Benga bisa jadi ditemukan berjalan-jalan di kebun binatang, sering diikuti oleh kerumunan yang "melolong, mencemooh, dan berteriak".

Di kebun binatang manusia di awal abad ke-20, penduduk asli yang dipamerkan menghadapi sejumlah tantangan. Anggota suku Afrika diharuskan mengenakan pakaian tradisional yang ditujukan untuk panas khatulistiwa, bahkan dalam suhu Desember yang membekukan, dan penduduk desa Filipina diharuskan melakukan ritual makan anjing musiman berulang kali untuk mengejutkan penonton. Kurangnya air minum dan kondisi sanitasi yang buruk menyebabkan disentri merajalela dan penyakit lainnya.

Dalam kebanyakan kasus, tidak ada jeruji untuk mencegah orang-orang di kebun binatang manusia melarikan diri, tetapi sebagian besar, terutama yang dibawa dari benua asing, tidak punya tempat lain untuk pergi.

Didirikan di “desa etnis” tiruan, penduduk asli diminta untuk melakukan tugas sehari-hari yang khas, memamerkan keterampilan “primitif” seperti membuat perkakas batu, dan ritual pantomim. Dalam beberapa pertunjukan, pemain pribumi terlibat dalam pertempuran palsu atau ujian kekuatan.

Pada akhirnya, tidak ada kemarahan atas penaklukan manusia yang mengakhiri kebun binatang manusia. Pada tahun-tahun menjelang Perang Dunia II dan seterusnya, waktu dan perhatian publik dialihkan dari kesembronoan menuju konflik geopolitik dan keruntuhan ekonomi.

Pada pertengahan abad ke-20, televisi menggantikan sirkus dan "kebun binatang manusia" sebagai mode hiburan yang disukai, dan tampilan hiburan penduduk asli tidak lagi populer.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Hamas Mundur dari Pemerintahan...
Hamas Mundur dari Pemerintahan Gaza?
Hinaan Rasis terhadap...
Hinaan Rasis terhadap Mbappe Berbuntut Panjang, Prancis Gugat Anggota Parlemen Paraguay
Rekomendasi
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
Eks Sekjen MPR Maruf...
Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kenakan Rompi Oranye usai Diperiksa KPK, Langsung Ditahan
Peta Persaingan Hatchback...
Peta Persaingan Hatchback Crossover EV 2026: BAIC T1 vs BYD Dolphin, Aion UT, GWM Ora, dan MG S5 EV
Berita Terkini
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved