Inilah Drone 'Bayi Laut', Senjata Ukraina yang Repotkan Armada Laut Hitam Rusia

Kamis, 17 Agustus 2023 - 00:31 WIB
loading...
Inilah Drone Bayi Laut,...
Inilah drone Bayi Laut Ukraina yang merepotkan Armada Laut Hitam Rusia. Senjata itu pula yang menyerang Jembatan Crimea. Foto/SBU
A A A
KYIV - Ukraina akhirnya mengungkap senjata yang selama ini merepotkan Armada Laut Hitam Rusia dengan rentetan serangannya. Senjata itu adalah drone waterborne (USV) "Sea Baby" atau "Bayi Laut".

Drone laut ini pula yang digunakan pasukan Kyiv untuk menyerang Jembatan Kerch atau Jembatan Crimea pada Juli. Dinas Keamanan Ukraina (SBU) kepada CNN menunjukkan video yang menunjukkan drone laut "Sea Baby" menyerang Jembatan Kerch.

Kapal perang Olengorskiy Gornyak dari Armada Laut Hitam Rusia dan kapal tanker SIG Moskow di Laut Hitam telah menjadi target serangan drone laut Kyiv tersebut.

Jembatan Crimea, yang merupakan jembatan terpanjang di Eropa, telah menghubungkan daratan Rusia dengan semenanjung Crimea, wilayah Ukraina yang dianeksasi Rusia pada 2014. Namun Moskow menolak narasi aneksasi,menegaskan bahwa Crimea memilih bergabung dengan Rusia melalui referendum.

Baca Juga: Semua Musuh AS, Ini Kekuatan Militer Rusia-China-Korut Jika Berkoalisi

Kyiv telah bersumpah untuk merebut kembali Crimea, wilayah yang juga menawarkan rute pasokan bagi pasukan Rusia di daratan selatan Ukraina yang diduduki melalui jembatan Chonhar ke Kherson.

Pada Oktober 2022, Jembatan Kerch rusak dalam ledakan yang dituduhkan Moskow pada Ukraina, meskipun Kyiv tidak pernah secara resmi mengeklaim bertanggung jawab atas ledakan itu.

Vasyl Maliuk, kepala SBU Ukraina, mengatakan kepada CNN; "Drone permukaan laut adala penemuan unik dari Dinas Keamanan Ukraina daripada usaha swasta," dan mengakui peran Ukraina dalam serangan Oktober dan Juli.

"Kami sedang mengerjakan sejumlah operasi baru yang menarik, termasuk di perairan Laut Hitam," kata Maliuk. "Saya berjanji, ini akan menyenangkan, terutama untuk musuh kita."

Maliuk mengatakan drone "Sea Baby" ini telah digunakan untuk melakukan "serangan sukses" di Jembatan Kerch, kapal perang Rusia, Olenegorskiy Gornyak, dan kapal tanker SIG Moskow di Laut Hitam.

Drone Angkatan Laut Ukraina, baik di permukaan maupun di bawah air, secara luas terdiri dari seperangkat komponen standar, tetapi setiap kendaraan tak berawak kemungkinan akan sedikit berbeda dari yang sebelumnya, menurut ahli drone yang berbasis di Inggris, Steve Wright.

"Anda dapat menyesuaikan kendaraan dengan misi," kata Wright kepada Newsweek, Rabu (16/8/2023).

Tapi USV jenis ini biasanya memiliki turret dengan kamera di bagian depan dan radar maritim konvensional yang terpasang di bagian atas, seperti yang terlihat pada rekaman
SBU.

Menurutnya, Ukraina kemungkinan akan selektif dalam menggunakan radar tersebut karena salah satu keunggulan utama drone adalah betapa sulitnya mereka untuk dideteksi.

Merilis rekaman ini, imbuh Wright, juga merupakan risiko yang diperhitungkan terhadap keamanan operasional di pihak Ukraina, tetapi satu hal yang sebanding dengan manfaat
menjaga perhatian Barat—dan minat—pada angkatan bersenjata Ukraina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved