Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Rabu, 16 Agustus 2023 - 06:19 WIB
loading...
A
A
A
Jenderal tersebut menyatakan semua klaim oleh AS dan sekutunya tentang kesediaan mereka menyelesaikan masalah di sekitar semenanjung melalui negosiasi hanyalah gema kosong dan satu-satunya cara untuk mencegah perang nuklir adalah dengan Pyongyang memiliki alat pencegahan militer.
Kang juga menyatakan Korea Utara tidak akan lagi menganggap penangguhan latihan AS atau langkah serupa lainnya sebagai manifestasi tulus niat baik AS.
Menurut dia, Washington hanya membutuhkan beberapa hari untuk mengirim pembom strategis dan kapal selam nuklirnya kembali ke semenanjung dan dapat mengerahkan kembali kontingen militernya di sana “dalam waktu setengah bulan” bahkan jika sepenuhnya ditarik dari Korea Selatan.
“Kami sangat menyadari fakta bahwa niat agresif AS untuk melucuti senjata nuklir kami dan menghancurkan sistem kami melalui kekerasan tidak dapat diubah sedikit pun,” papar dia.
Kata-kata sang jenderal datang hanya beberapa hari setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memerintahkan peningkatan persiapan perang, termasuk peningkatan produksi senjata.
Dia juga meminta para perwira tinggi melakukan latihan dengan persenjataan terbaru negara untuk memastikan pasukan siap menghadapi potensi konflik.
Langkah itu diambil menjelang latihan militer gabungan besar yang direncanakan oleh AS dan Korea Selatan.
Kang juga menyatakan Korea Utara tidak akan lagi menganggap penangguhan latihan AS atau langkah serupa lainnya sebagai manifestasi tulus niat baik AS.
Menurut dia, Washington hanya membutuhkan beberapa hari untuk mengirim pembom strategis dan kapal selam nuklirnya kembali ke semenanjung dan dapat mengerahkan kembali kontingen militernya di sana “dalam waktu setengah bulan” bahkan jika sepenuhnya ditarik dari Korea Selatan.
“Kami sangat menyadari fakta bahwa niat agresif AS untuk melucuti senjata nuklir kami dan menghancurkan sistem kami melalui kekerasan tidak dapat diubah sedikit pun,” papar dia.
Kata-kata sang jenderal datang hanya beberapa hari setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memerintahkan peningkatan persiapan perang, termasuk peningkatan produksi senjata.
Dia juga meminta para perwira tinggi melakukan latihan dengan persenjataan terbaru negara untuk memastikan pasukan siap menghadapi potensi konflik.
Langkah itu diambil menjelang latihan militer gabungan besar yang direncanakan oleh AS dan Korea Selatan.
(sya)
Lihat Juga :