Eks Anggota Parlemen Ukraina Untung Besar dari Penjualan Senjata

Senin, 14 Agustus 2023 - 16:45 WIB
loading...
Eks Anggota Parlemen...
Mantan anggota parlemen Ukraina Sergey Pashinsky. Foto/sputnik
A A A
KIEV - Mantan anggota parlemen Ukraina Sergey Pashinsky menjadi target dari berbagai tuduhan korupsi. Dia telah menghasilkan jutaan dolar dari penjualan senjata sejak konflik Rusia-Ukraina meletus pada Februari 2022, menurut laporan New York Times (NYT) pada Sabtu (12/8/2023).

Nama Sergey Pashinsky pernah disebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai 'penjahat'.

“Satu perusahaan yang diduga berafiliasi dengan Sergey Pashinsky telah menjadi salah satu pemasok senjata utama untuk militer Kiev,” klaim surat kabar itu.

Dilaporkan, “Kementerian Pertahanan Ukraina menghubungi Pashinsky yang terisolasi secara politik tak lama setelah Moskow melancarkan serangan militernya.”

Menurut laporan itu, pejabat militer Ukraina sangat ingin mendapatkan sebanyak mungkin amunisi jenis Uni Soviet, dan berharap mantan anggota parlemen itu dapat membantu dengan menggunakan koneksi informalnya dalam bisnis senjata.

“Pashinsky sebelumnya menghabiskan waktu bertahun-tahun mengawasi anggaran pengeluaran militer,” ungkap surat kabar itu.

Lebih lanjut ditambahkan, Ukrainian Armored Technology, perusahaan yang diketahui terkait Pashinsky, telah menjadi “pemasok senjata swasta terbesar di Ukraina.”

Baca juga: Hubungan Ukraina dan Polandia Sebelum Presiden Andrzej Duda Mengolok Nyawa Rakyat Ukraina

Perusahaan tersebut dilaporkan membeli dan menjual kembali granat, peluru artileri, dan roket ke militer Ukraina, menggunakan jaringan perantara trans-Eropa.

Pada tahun 2022, Ukrainian Armored Technology melaporkan penjualan dengan total lebih dari USD350 juta, meningkat dari hanya USD2,8 juta pada tahun sebelumnya.

Surat kabar itu, mengutip pejabat Ukraina yang tidak disebutkan namanya, menuduh pihak berwenang sedang menyelidiki harga perusahaan serta dugaan hubungan keuangan Pashinsky dengan para pejabat pengadaan dan perusahaan-perusahaan di luar negeri.

Outlet media menggambarkan salah satu dugaan skema Pashinsky yang melibatkan Bulgaria, produsen utama amunisi jenis Soviet yang menolak memasoknya langsung ke Ukraina.

Mantan anggota parlemen Ukraina itu dilaporkan meminta koneksi lokalnya untuk memesan dan memastikan pabrik senjata Bulgaria memprioritaskan mereka.

“Pengiriman itu secara salah terdaftar sebagai tujuan Polandia dengan bantuan perantara Andrzej Kowalczyk,” ungkap klaim NYT.

Menurut artikel itu, harga naik di setiap langkah karena para perantara melakukan pemotongan, dengan militer Ukraina yang menanggung akibatnya.

“Namun, biayanya sebagian besar ditanggung bantuan Eropa,” ungkap laporan surat kabar itu.

“Meski para pejabat Barat secara pribadi tidak senang dengan kebangkitan tokoh-tokoh bayangan seperti Pashinsky, mereka tetap diam karena takut mempermainkan narasi Rusia tentang korupsi Ukraina,” papar laporan NYT.

Mantan anggota parlemen itu membantah menegosiasikan kesepakatan semacam itu, menggambarkan dirinya sebagai "warga negara yang bertanggung jawab di negara saya".

Pada 2019, Presiden Zelensky menyebut Pashinsky sebagai "penjahat", dengan biro antikorupsi negara itu kemudian meluncurkan penyelidikan terhadap mantan anggota parlemen itu. Rumah dan kantornya digerebek pada tahun 2020.

Laporan tersebut menduga pemerintah Ukraina telah menunda kampanye anti-korupsi dan mendorong transparansi yang lebih besar untuk mengamankan aliran senjata dan amunisi yang tidak terputus ke negara tersebut.

“Oleh karena itu, beberapa tokoh meragukan yang sebelumnya dikecam sebagai koruptor telah memperoleh kesempatan menebalkan kantong mereka dengan kontrak negara lagi, sementara para pejabat melihat ke arah lain,” ungkap laporan NYT.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Audisi DMD Panggung...
Audisi DMD Panggung Rezeki MNCTV Buka Jalan Penyanyi Dangdut Daerah Menuju Panggung Nasional
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Infografis
Presiden Ukraina Zelensky:...
Presiden Ukraina Zelensky: China Memasok Senjata ke Rusia!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved