Sama Seperti Indonesia, Negara Ini Merdeka 17 Agustus

Senin, 14 Agustus 2023 - 13:45 WIB
loading...
Sama Seperti Indonesia,...
Selain Indonesia, Gabon juga merayakan Hari Kemerdekaan setiap 17 Agustus. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Republik Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, dan pada Kamis nanti akan merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan.

Selain Indonesia, ternyata ada satu negara yang merayakan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus, yakni Gabon.

Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945


Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, beberapa hari setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan dua bom atom di Jepang—bom Little Boy di Hiroshima pada 6 Agustus dan bom Fat Man di Nagasaki pada 9 Agustus.

Baca Juga: Pakar: Sikap Filipina Benar, Berani Tolak Desak China Singkirkan Kapal Perang

Sebelum memproklamasikan kemerdekaannya, Indonesia menjadi wilayah jajahan Jepang. Pengeboman Amerika di Hiroshima dan Nagasaki, yang membuat Jepang menyerah tanpa syarat dalam Perang Dunia II, secara tidak langsung ikut membuka jalan bagi Indonesia menuju kemerdekaan.

Meski demikian, selepas proklamasi 17 Agustus 1945, Indonesia masih diinvasi Belanda—dan negara sekutu—yang tidak serta merta mengakui kemerdekaan Indonesia. Belanda merupakan penjajah terlama Indonesia.

Butuh waktu bertahun-tahun bagi Belanda untuk mengakui 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia.

Kamis nanti, Republik Indonesia berusia 78 tahun. Negara ini telah mengalami beberapa pemerintahan, yakni pemerintahan Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, Presiden Habibie, Presiden Megawati Soekarnoputri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan sekarang ini pemerintah Presiden Joko Widodo.

Gabon Merdeka 17 Agustus 1960


Gabon, negara di kawasan pantai barat Afrika, merdeka dari Prancis pada 17 Agustus 1960 atau 15 tahun setelah Indonesia merdeka.

Negara Afrika ini baru memiliki tiga presiden sejak kemerdekaannya; Léon M'ba (1961-1967), Omar Bongo Ondimba (1967-2009), dan Ali Bongo Ondimba (2009-sekarang).

Omar Bongo yang berkuasa sebagai presiden selama lebih dari empat dekade hingga kematiannya pada 2009.

Selama masa kepresidenan Bongo, Gabon mempertahankan hubungan dekat dengan Prancis di bawah sistem yang dikenal sebagai "Francafrique", menerima dukungan politik dan militer dengan imbalan bantuan bisnis.

Tetapi hubungan telah mendingin sejak putranya; Ali, memenangkan pemilu yang diperebutkan pada tahun 2009 dan otoritas Prancis meluncurkan penyelidikan korupsi jangka panjang terhadap aset keluarganya.

Gabon adalah produsen minyak utama tetapi sepertiga penduduknya hidup dalam kemiskinan, menurut Bank Dunia.

Negara dengan Ibu Kota di Libreville ini memiliki luas wilayah 267.667 km persegi. Populasinya 2,3 juta jiwa. Mereka menggunakan bahasa Prancis.

Ali Bongo dilantik untuk masa jabatan tujuh tahun periode kedua pada September 2016, setelah Mahkamah Konstitusi Gabon menguatkan kemenangan tipisnya dalam pemilu yang diperdebatkan dengan sengit.

Saingan utamanya; Jean Ping, menggambarkan keputusan pengadilan sebagai "keguguran keadilan" di tengah klaim oposisi tentang penipuan suara.

Ali berjanji untuk mengatasi beberapa masalah yang telah memicu kemarahan di antara 1,8 juta penduduk negara itu, seperti pengangguran kaum muda dan ketergantungan berlebihan pada penurunan pendapatan minyak.

Namun masa kepresidenannya telah dibayangi oleh penyelidikan Prancis yang berlangsung lama atas tuduhan penggelapan yang melibatkan aset keluarga Bongo.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Menteri Turki Sebut...
Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka
Rekomendasi
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Berita Terkini
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved