Serangan Balik Ukraina terhadap Rusia Gagal Penuhi Ekspektasi NATO
Senin, 14 Agustus 2023 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
Pejabat AS lainnya, yang juga berbicara tanpa bersedia ditulis namanya, mengatakan kepada surat kabar tersebut; "Kami belum menutup buku pada tahun 2023, tetapi kami meningkatkan pemikiran kami tentang tahun 2024."
Laporan tersebut mengeklaim bahwa baik Rusia maupun Ukraina tidak dapat membuat kemajuan yang menentukan saat ini, dengan yang terakhir sekarang menggembar-gemborkan perebutan masing-masing desa sebagai tanda keberhasilan.
Galeotti, dalam laporannya, memperkirakan bahwa Kyiv memiliki waktu paling lama dua bulan untuk membalikkan keadaan sebelum hujan musim gugur mulai membuat tanah tidak dapat dilalui untuk perangkat keras militer pada bulan November.
Laporan tersebut mengeklaim bahwa benteng pertahanan yang kuat dan ladang ranjau luas yang didirikan oleh pasukan Rusia di Ukraina selatan adalah salah satu alasan kinerja serangan balasan Kyiv yang kurang baik.
Terhadap latar belakang ini, para pejabat di Kyiv baru-baru ini mulai mengkritik NATO karena tidak berbuat cukup, salah satunya menggambarkan blok militer pimpinan AS sebagai "gutless" atau "tak bernyali".
Dengan tidak adanya pihak yang mau berkompromi, imbuh laporan The Times, konflik kemungkinan akan berlanjut untuk jangka panjang.
Laporan tersebut mengeklaim bahwa baik Rusia maupun Ukraina tidak dapat membuat kemajuan yang menentukan saat ini, dengan yang terakhir sekarang menggembar-gemborkan perebutan masing-masing desa sebagai tanda keberhasilan.
Galeotti, dalam laporannya, memperkirakan bahwa Kyiv memiliki waktu paling lama dua bulan untuk membalikkan keadaan sebelum hujan musim gugur mulai membuat tanah tidak dapat dilalui untuk perangkat keras militer pada bulan November.
Laporan tersebut mengeklaim bahwa benteng pertahanan yang kuat dan ladang ranjau luas yang didirikan oleh pasukan Rusia di Ukraina selatan adalah salah satu alasan kinerja serangan balasan Kyiv yang kurang baik.
Terhadap latar belakang ini, para pejabat di Kyiv baru-baru ini mulai mengkritik NATO karena tidak berbuat cukup, salah satunya menggambarkan blok militer pimpinan AS sebagai "gutless" atau "tak bernyali".
Dengan tidak adanya pihak yang mau berkompromi, imbuh laporan The Times, konflik kemungkinan akan berlanjut untuk jangka panjang.
Lihat Juga :