3 Organisasi Tibet Serukan Pembebasan Aktivis di Hari Keadilan Tahanan Internasional
Minggu, 13 Agustus 2023 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam bayang-bayang peringatan ini, pikiran kita menyatu pada ketidakadilan yang mencolok: Tibet, wadah penderitaan sejak pendudukan China, tetap menjadi penjara terbuka. Kebenaran yang tak terhapuskan ini terukir dalam naungan pengawasan, represi, dan kontrol menindas yang mencekik sumber kehidupan keberadaan Tibet, memutilasi identitas, budaya, dan spiritualitas mereka," lanjut pernyataan tersebut.
Para aktivis Tibet yang berpartisipasi dalam acara nyala lilin membawa foto pemimpin spiritual Dalai Lama dan menyerukan pembebasan sejumlah tahanan politik.
Tashi Dhondup, presiden NDPT, menyerukan komunitas internasional mengirim sebuah tim ke Tibet untuk menginspeksi sejumlah penjara yang ada di sana. Dia mengatakan bahwa jumlah penjara di Wilayah Otonom Tibet (TAR) kini sudah mencapai 79 orang.
Berbicara kepada ANI, Dhondup berkata, "Banyak orang tidak sadar atau hanya sedikit menyadari mengenai penjara di Tibet dan para tahanan yang ada di dalamnya."
"Kami ada di sini untuk menyoroti kasus penjara Tibet dan kondisi para tahanannya. Lewat aksi menyalakan lilin ini, kami meminta komunitas internasional untuk segera mengintervensi atau mengirim tim inspeksi ke Tibet," paparnya.
Para aktivis Tibet yang berpartisipasi dalam acara nyala lilin membawa foto pemimpin spiritual Dalai Lama dan menyerukan pembebasan sejumlah tahanan politik.
Tashi Dhondup, presiden NDPT, menyerukan komunitas internasional mengirim sebuah tim ke Tibet untuk menginspeksi sejumlah penjara yang ada di sana. Dia mengatakan bahwa jumlah penjara di Wilayah Otonom Tibet (TAR) kini sudah mencapai 79 orang.
Berbicara kepada ANI, Dhondup berkata, "Banyak orang tidak sadar atau hanya sedikit menyadari mengenai penjara di Tibet dan para tahanan yang ada di dalamnya."
"Kami ada di sini untuk menyoroti kasus penjara Tibet dan kondisi para tahanannya. Lewat aksi menyalakan lilin ini, kami meminta komunitas internasional untuk segera mengintervensi atau mengirim tim inspeksi ke Tibet," paparnya.
Lihat Juga :