Penyintas Ungkap Kengerian Kebakaran Hutan Hawaii: Lompat ke Air atau Terbakar!

Jum'at, 11 Agustus 2023 - 19:12 WIB
loading...
Penyintas Ungkap Kengerian...
Sejumlah penyintas mengungkapkan kengerian kebakaran hutan Hawaii. Foto/Sky News
A A A
KAHALUI - Kelas di Sekolah Menengah Maui, Hawaii , ditiadakan. Lorong-lorong sekolah dipenuhi oleh orang-orang yang telah dievakuasi, melarikan diri dari kebakaran terburuk yang melanda Amerika Serikat (AS) selama bertahun-tahun.

Gimnasium telah berubah menjadi tempat berlindung, dengan keluarga berkerumun di sudut-sudut ruangan di bawah selimut, dan lapangan olah raga berubah menjadi lautan tempat tidur kemah.

Di belakang gedung, sukarelawan menyajikan sup dan nasi Hawaii dari nampan perak besar. Bangku diatur di sekitar layar besar yang menampilkan berita lokal yang bergulir, mendokumentasikan meningkatnya jumlah kematian.

Sebagian besar orang di sini adalah turis atau penduduk lokal dari kota Lahaina, yang dilenyapkan saat kebakaran melanda Maui pada hari Selasa.

Di sini, trauma berinteraksi dengan kisah bertahan hidup yang luar biasa.

Ydriss Nouara dan tetangganya Damon McDonough melompat ke laut untuk menghindari kobaran api yang melanda Lahaina. Mereka menghabiskan tiga jam berpegangan di dermaga sebelum diselamatkan oleh kapal penjaga pantai.

"Itu neraka," kata Ydriss. "Neraka di bumi, sungguh," sambungnya seperti dikutip dari Sky News, Jumat (11/8/2023).

Pasangan itu sama-sama meninggalkan rumah mereka di tengah Lahaina ketika kebakaran hutan yang terlihat di puncak bukit dengan cepat mulai bergerak ke arah mereka, dipercepat oleh angin topan berkecepatan 800 mil di lepas pantai.

"Saat itu sore tapi langit hitam karena asap," kata Damon.

Baca Juga: Kebakaran Hawaii Tewaskan 36 Orang, Api Hanguskan Pulau Maui
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Diiringi Jutaan Pelayat,...
Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Usia Tembus Seabad,...
Usia Tembus Seabad, Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Ulang Tahun Ke-101
Rekomendasi
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
Berita Terkini
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Infografis
Gunung Berapi Bawah...
Gunung Berapi Bawah Laut Jadi Ancaman AS setelah Kebakaran Hutan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved