India Dilanda Bentrok Antar Etnis, Mosi Tidak Percaya Hantui Narendra Modi
Rabu, 09 Agustus 2023 - 02:08 WIB
loading...
Perdana Menteri India Narendra Modi. Foto/The Wire
A
A
A
NEW DELHI - Parlemen India sedang memperdebatkan mosi tidak percaya yang diajukan partai oposisi terhadap pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi .
Anggota parlemen dari partai Kongres Gaurav Gogoi, yang mengajukan mosi pada 26 Juli, memprakarsai debat tersebut. Anggota parlemen akan memberikan suara untuk mosi tersebut pada hari Kamis setelah debat berakhir.
Pemerintah Modi tidak akan kehilangan suara karena Partai Bharatiya Janata (BJP) dan sekutunya memiliki mayoritas di parlemen.
Namun para pemimpin oposisi mengatakan debat tersebut akan memaksa Modi untuk berbicara tentang bentrokan etnis yang sedang berlangsung di negara bagian Manipur.
Baca Juga: Biadab, Ratusan Rumah dan Toko Warga Muslim di India Dihancurkan
Lebih dari 150 orang tewas dan puluhan ribu orang mengungsi di Manipur sejak awal Mei, ketika bentrokan etnis pecah antara mayoritas kelompok Meitei dan suku minoritas Kuki. Modi secara terbuka hanya membahas kekerasan beberapa minggu kemudian, setelah sebuah video yang menunjukkan dua wanita diarak telanjang oleh massa yang memicu kemarahan global.
Anggota parlemen dari partai Kongres Gaurav Gogoi, yang mengajukan mosi pada 26 Juli, memprakarsai debat tersebut. Anggota parlemen akan memberikan suara untuk mosi tersebut pada hari Kamis setelah debat berakhir.
Pemerintah Modi tidak akan kehilangan suara karena Partai Bharatiya Janata (BJP) dan sekutunya memiliki mayoritas di parlemen.
Namun para pemimpin oposisi mengatakan debat tersebut akan memaksa Modi untuk berbicara tentang bentrokan etnis yang sedang berlangsung di negara bagian Manipur.
Baca Juga: Biadab, Ratusan Rumah dan Toko Warga Muslim di India Dihancurkan
Lebih dari 150 orang tewas dan puluhan ribu orang mengungsi di Manipur sejak awal Mei, ketika bentrokan etnis pecah antara mayoritas kelompok Meitei dan suku minoritas Kuki. Modi secara terbuka hanya membahas kekerasan beberapa minggu kemudian, setelah sebuah video yang menunjukkan dua wanita diarak telanjang oleh massa yang memicu kemarahan global.
Lihat Juga :