Raja Norodom Tunjuk Putra Hun Sen sebagai PM Baru Kamboja
Senin, 07 Agustus 2023 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
Namun, untuk secara resmi menjadi pemimpin baru negara itu, jenderal berusia 45 tahun itu dan kabinet barunya harus memenangkan mosi di parlemen yang ditetapkan pada 22 Agustus.
Pemerintah yang akan datang akan diisi para menteri muda—dengan beberapa jabatan yang telah dikosongkan oleh ayah mereka.
Sambil bersikeras dia tidak akan mengganggu pemerintahan putranya, PM Hun Sen telah berjanji kepada warga Kamboja bahwa dia akan terus mendominasi politik negara itu.
Setelah berkuasa pada tahun 1985, dia membantu memodernisasi negara yang hancur oleh perang saudara dan genosida, meskipun para kritikus mengatakan pemerintahannya juga ditandai dengan perusakan lingkungan, korupsi yang mengakar, dan pemusnahan hampir semua saingan politik.
Amerika Serikat, PBB, dan Uni Eropa mengutuk pemilu bulan lalu sebagai pemilu yang tidak bebas dan tidak adil.
Hun Sen menolak tuduhan itu dan mengatakan penyerahan kekuasaannya, sebuah suksesi dinasti yang dibandingkan oleh beberapa kritikus ke Korea Utara, dilakukan untuk menjaga perdamaian dan menghindari "pertumpahan darah" jika dia meninggal saat menjabat.
Pemerintah yang akan datang akan diisi para menteri muda—dengan beberapa jabatan yang telah dikosongkan oleh ayah mereka.
Sambil bersikeras dia tidak akan mengganggu pemerintahan putranya, PM Hun Sen telah berjanji kepada warga Kamboja bahwa dia akan terus mendominasi politik negara itu.
Setelah berkuasa pada tahun 1985, dia membantu memodernisasi negara yang hancur oleh perang saudara dan genosida, meskipun para kritikus mengatakan pemerintahannya juga ditandai dengan perusakan lingkungan, korupsi yang mengakar, dan pemusnahan hampir semua saingan politik.
Amerika Serikat, PBB, dan Uni Eropa mengutuk pemilu bulan lalu sebagai pemilu yang tidak bebas dan tidak adil.
Hun Sen menolak tuduhan itu dan mengatakan penyerahan kekuasaannya, sebuah suksesi dinasti yang dibandingkan oleh beberapa kritikus ke Korea Utara, dilakukan untuk menjaga perdamaian dan menghindari "pertumpahan darah" jika dia meninggal saat menjabat.
Lihat Juga :