Akademisi Inggris: Pembakaran Alquran Adalah Tindakan Ekstremis
Sabtu, 05 Agustus 2023 - 11:02 WIB
loading...
Pembakaran Alquran di Swedia dan Denmark dinilai sebagai tindakan ekstremis. Foto/Reuters
A
A
A
LONDON - Para akademisi asal Inggris yang terkenal dengan karya mereka tentang agama, keyakinan, dan masyarakat di Inggris mengatakan bahwa serangan terhadap kitab suci umat Islam, Alquran , di negara-negara Skandinavia adalah "tindakan ekstremis yang harus dicegah".
Alison Scott-Baumann, Profesor Masyarakat dan Keyakinan di Pusat Studi Islam di Universitas SOAS, dan David Thomas, Profesor Teologi dan Agama di Universitas Birmingham, berbicara mengungkapkan Anadolu tentang meningkatnya serangan Islamofobia di negara-negara Skandinavia, khususnya Swedia dan Denmark.
Scott-Baumann mengungkapkan bahwa tindakan pembakaran Al-Qur'an di negara-negara Skandinavia adalah akibat dari efek yang ditimbulkan oleh wacana para politisi. "Wacana tersebut disuapi oleh gagasan menciptakan musuh dalam masyarakat oleh filsuf Nazi, Carl Schmidt." ungkapnya.
"Pemerintahan yang demokratis harus bisa membedakan antara kebebasan berbicara dan provokasi yang disengaja. Ini adalah tindakan provokasi," katanya. Dia mengingat keputusan UE bahwa "tindakan yang memicu kekerasan bukanlah kebebasan berekspresi tetapi tindakan ilegal."
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Swedia-Denmark Menjadi Lokasi Pembakaran Alquran
Alison Scott-Baumann, Profesor Masyarakat dan Keyakinan di Pusat Studi Islam di Universitas SOAS, dan David Thomas, Profesor Teologi dan Agama di Universitas Birmingham, berbicara mengungkapkan Anadolu tentang meningkatnya serangan Islamofobia di negara-negara Skandinavia, khususnya Swedia dan Denmark.
Scott-Baumann mengungkapkan bahwa tindakan pembakaran Al-Qur'an di negara-negara Skandinavia adalah akibat dari efek yang ditimbulkan oleh wacana para politisi. "Wacana tersebut disuapi oleh gagasan menciptakan musuh dalam masyarakat oleh filsuf Nazi, Carl Schmidt." ungkapnya.
"Pemerintahan yang demokratis harus bisa membedakan antara kebebasan berbicara dan provokasi yang disengaja. Ini adalah tindakan provokasi," katanya. Dia mengingat keputusan UE bahwa "tindakan yang memicu kekerasan bukanlah kebebasan berekspresi tetapi tindakan ilegal."
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Swedia-Denmark Menjadi Lokasi Pembakaran Alquran
Lihat Juga :