Mengapa Rusia dan Amerika Serikat Saling Bermusuhan, Ini 7 Faktor Pemicunya

Jum'at, 04 Agustus 2023 - 14:19 WIB
loading...
Mengapa Rusia dan Amerika...
Ada tujuh faktor pemicu mengapa AS dan Rusia saling bermusuhan sejak berakhirnya Perang Dunia II. Foto/APA
A A A
JAKARTA - Rusia dan Amerika Serikat (AS) memiliki hubungan yang kompleks dan bermusuhan sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Sebagai dua kekuatan nuklir dunia, permusuhan kedua negara telah meresahkan dunia internasional karena dampak dari konflik mereka dirasakan secara global.

7 Faktor Pemicu Rusia dan AS Saling Bermusuhan

1. Warisan Perang Dingin


Perang Dingin (1947-1991) adalah periode ketegangan geopolitik antara Blok Barat yang dipimpin oleh AS dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet—negara yang telah runtuh dan sekarang diwarisi Rusia.

Baca Juga: Jenderal Rusia Bocorkan Jumlah Korban Pasukan Elite-nya dalam Perang Ukraina

Selama masa ini, persaingan ideologi, politik, militer, dan ekonomi antara kedua kekuatan utama dunia ini menciptakan ketidakpercayaan dan ketegangan yang dalam.

2. Perbedaan Ideologi


AS menganut sistem politik demokrasi liberal, sementara Rusia (sebelumnya Uni Soviet) berpegang pada sistem sosialis dan otoriter.

Perbedaan ideologi ini sering kali menyebabkan konflik kepentingan dan ketegangan. Terlebih ada kecenderungan kedua pihak "memaksakan" sistem politik mereka pada negara lain untuk menanamkan pengaruh.

3. Persaingan Kepentingan Regional


AS dan Rusia seringkali berkompetisi dalam wilayah dan konflik regional, seperti di Timur Tengah, Eropa Timur, dan Asia Tengah.
Persaingan kepentingan di wilayah-wilayah ini telah menyebabkan ketegangan dan konfrontasi.

4. Perbedaan Pendekatan terhadap Demokrasi dan HAM


Amerika Serikat sering mengecam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kurangnya kebebasan politik di Rusia.

Sebaliknya, Rusia melihat campur tangan AS dalam urusan dalam negerinya sebagai campur tangan tidak sah.

5. Krisis Ukraina dan Penyatuan Kembali Crimea


Krisis Ukraina pada tahun 2014, di mana Rusia mencaplok Crimea dan mendukung pemberontak di Ukraina timur, memperparah ketegangan dan menyebabkan AS dan negara-negara Barat memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Krisis itu berubah menjadi perang saat ini antara Rusia dengan Ukraina. AS dan sekutu Barat-nya nyaris tanpa henti memasok senjata kepada Ukraina untuk melawan invasi Rusia.

6. Pertempuran Kepentingan Strategis


AS dan Rusia memiliki kepentingan strategis yang berbeda di berbagai bidang, termasuk kontrol senjata nuklir, pengembangan senjata baru, dan dominasi teknologi.

Persaingan di bidang-bidang ini juga telah memengaruhi hubungan mereka.

7. Media dan Propaganda


Media di kedua negara sering kali menyebarkan pandangan yang negatif tentang satu sama lain, yang menyebabkan ketidakpercayaan dan citra negatif yang saling menguatkan.

AS memandang media-media Rusia jadi alat propaganda Kremlin. Sebaliknya, Rusia memandang media-media Barat—terutama AS—menerapkan standar ganda untuk membenarkan kebijakan Amerika dan sekutunya.

Namun, meskipun ada banyak ketegangan dan perbedaan antara Amerika Serikat dan Rusia, penting untuk diingat bahwa kedua negara tersebut adalah kekuatan nuklir utama di dunia dan memiliki potensi untuk memengaruhi perdamaian dan keamanan global. Upaya diplomasi dan dialog tetap menjadi kunci dalam mengatasi ketegangan dan mencari jalan menuju kerjasama yang lebih baik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved