Misteri Xi Jinping Pecat 2 Jenderal Komandan Pasukan Nuklir China

Kamis, 03 Agustus 2023 - 08:41 WIB
loading...
A A A
"Secara historis, kontrak telah menjadi salah satu jalan utama korupsi PLA.”

Selain hilangnya Jenderal Li dan Jenderal Liu, berita kematian Wu Guohua, mantan wakil komandan di kepolisian, juga mengipasi spekulasi tentang investigasi korupsi di kepolisian.

Sebuah situs web berita China mengeluarkan laporan bahwa Wu telah meninggal karena kanker, tetapi laporan tersebut dihapus, menimbulkan lebih banyak spekulasi yang tidak berdasar bahwa kematiannya mencurigakan.

Minggu lalu, kantor pengadaan militer China mengeluarkan panggilan untuk informasi tentang kemungkinan korupsi dalam kontrak sejak 2017.

Apa pun penyebabnya, langkah Xi Jinping menggantikan kepemimpinan Pasukan Roket China menunjukkan bahwa dia sangat ingin memperkuat dominasinya terhadapnya.

Dia melantik dua pemimpin baru Pasukan Roket pada hari Senin: Komandan baru, Wang Houbin, adalah wakil komandan di Angkatan Laut. Penanggung jawab kedua yang baru, Xu Xisheng—komisaris politik pasukan yang mengawasi masalah disiplin dan personel—berasal dari Angkatan Udara.

“Ketika keduanya datang dari luar Pasukan Roket bersama-sama setelah pembersihan, itu jelas merupakan tanda bahwa Xi merasa kebusukan semakin dalam dan dia tidak dapat mempercayai deputi Pasukan Roket mana pun untuk mengambil alih,” kata Bruzzese.

Kemungkinan korupsi atau ketidaksetiaan di puncak Pasukan Roket kemungkinan akan sangat menyengat bagi Xi.

Setelah berkuasa pada tahun 2012, dia menjadikan prioritas kepemimpinannya untuk memberantas korupsi yang tidak senonoh di militer, dan mengeklaim upaya itu sebagai salah satu keberhasilan khasnya.

Sekarang pelanggaran seperti itu mungkin telah muncul kembali, dan di tangan militer yang sangat sensitif. Keraguan tentang integritas komandan Pasukan Roket dapat menimbulkan pertanyaan tentang apakah infrastruktur dan rudal nuklir China telah dikompromikan.

“Pergantian personel yang dramatis seperti itu sangat tidak normal,” kata Ying Yu Lin, asisten profesor di Tamkang University di Taiwan, yang mempelajari militer China.

Xi, imbuh dia, telah melihat bagaimana kegagalan Rusia dalam invasinya ke Ukraina sebagian mencerminkan korupsi dan keberanian palsu di antara para jenderal Rusia.

“Saat Pasukan Roket berada di bawah pengawasan baru, akankah mereka menemukan lebih banyak masalah juga?” ujar Ying.

Xi meluncurkan Pasukan Roket pada hari terakhir tahun 2015, bagian dari upaya besar-besaran untuk membuat Tentara Pembebasan Rakyat lebih mampu memproyeksikan kekuatan China ke luar dan lebih bertanggung jawab kepada Xi, yang merupakan ketua militer, serta pemimpin Partai Komunis yang berkuasa.

Pendahulu Pasukan Roket—Korps Artileri Sekunder—didirikan pada tahun 1966 untuk mengawasi persenjataan nuklir China yang sedang berkembang, dan langkah Xi untuk meningkatkan status unit tersebut menunjukkan bahwa dia ingin itu memainkan peran yang lebih besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Hampir Tembus 3.000 Jiwa, Belasan Ribu Luka-luka
Perang Lagi! AS Gempur...
Perang Lagi! AS Gempur 80 Target Iran, Dibalas Serangan 85 Lokasi Pangkalan Militer Timur Tengah
Rekomendasi
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Anggota TNI, Ada Apa?
Eks Hakim Agung Ad Hoc...
Eks Hakim Agung Ad Hoc Sebut Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Kejahatan Luar Biasa: Berbuntut Persoalan Negara
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Berita Terkini
Siapa Adnan Al Jumaili?...
Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
4 Makna Bendera Merah...
4 Makna Bendera Merah di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Balas Dendam untuk Picu Perang Meluas
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
Infografis
Jenderal AS: Kemampuan...
Jenderal AS: Kemampuan Senjata Nuklir Korut Maju Pesat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved